CGP dan Pengajar Praktik Diharapkan Saling Belajar Lewat Komunitas Praktisi

0

Mataram (Suara NTB) – Balai Guru Penggerak (BGP) NTB melanjutkan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTB melalui Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 10. Setelah menyelenggarakan lokakarya perdana atau Lokakarya Orientasi PPGP Angkatan 10 pada bulan Maret 2024, Lokakarya 1 PPGP Angkatan 10 digelar di delapan Kabupaten di NTB, yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Bima pada Minggu, 5 Mei 2024.

Plt. Kepala BGP NTB, Drs. Suka, M.Pd., menjelaskan, lokakarya 1 ini mengusung tema Pengembangan Komunitas Praktisi: Komunitas Praktisi sebagai wadah untuk mengembangkan kompetensi pemimpin pembelajaran dalam menggerakkan ekosistem pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh 544 Calon Guru Penggerak (CGP) dan 112 Pengajar Praktik dari 8 Kabupaten di NTB.

Hadir di setiap lokasi Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan/Cabang Dinas Pendidikan untuk memberikan penguatan kepada CGP agar mampu berkontribusi dan menjadi agen perubahan Pendidikan di kabupaten tersebut

“Tujuan utama Lokakarya 1 ini adalah untuk memperkuat komunitas praktisi di lingkungan pendidikan NTB. Komunitas praktisi diharapkan menjadi wadah bagi para CGP dan Pengajar Praktik untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi dalam mengembangkan kompetensi kepemimpinan pembelajaran mereka,” ujar Suka.

Melalui komunitas praktisi, para CGP dan Pengajar Praktik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang profil pemimpin pembelajaran. Mereka juga dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan pembelajaran mereka. Termasuk menerapkan kepemimpinan pembelajaran dalam praktik di sekolah mereka. Mereka juga dapat berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kepemimpinan pembelajaran.

“Komunitas praktisi adalah tempat bagi para CGP dan Pengajar Praktik untuk saling belajar dan tumbuh bersama. Melalui komunitas praktisi, mereka dapat mengembangkan kompetensi kepemimpinan pembelajaran mereka dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan di NTB,” urai Suka.

Para peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar ide dengan sesama CGP dan Pengajar Praktik. BGP NTB berharap bahwa Lokakarya 1 ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para CGP dan Pengajar Praktik dalam mengembangkan kompetensi kepemimpinan pembelajaran mereka. “Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang efektif dan mampu menggerakkan ekosistem pendidikan di NTB untuk menjadi lebih baik,” harap Suka. (ron)