Survei Polram di Pilkada Lobar, Elektabilitas Ibnu Salim Cukup Kuat untuk Posisi Cawabup

0

Mataram (Suara NTB) – Nama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Ibnu Salim termasuk salah satu figur yang terjaring dalam radar survei elektoral oleh Political Research and Marketing (Polram) terhadap kandidat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati pilkada Kabupaten Lombok Barat tahun 2024.

Dalam survei Polram tersebut, Ibnu Salim termasuk salah satu figur yang cukup potensial untuk tampil di Pilkada Lobar. Sebab ia memiliki modal popularitas dan elektabilitas yang relatif cukup baik dan dinilai bisa bersaing dengan figur-figur lainya.

Baca Artikel Lainnya …

Sport Tourism Menggeliat, Lapangan Golf Lombok Kosaido Akan Dilengkapi Hotel Bintang Empat

Ibnu Salim yang dikonfirmasi Suara NTB terkait hasil survei Polram tersebut menanggapi santai. Ia mengakui jika namanya kerap digadang-gadang sebagai salah satu kandidat bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah di Pilkada Lobar.

Namun sampai sejauh ini, ia mengakui bahwa dirinya belum pernah melakukan sosialisasi secara jor-joran seperti kandidat yang lain. “Ya kita kan ndak pernah gerak dan pasang-pasang baliho kayak yang lain,” ucapnya pada Senin, 6 Mei 2024.

Ibnu pun mengaku tetap optimis meski tingkat elektabilitasnha terbilang masih cukup tertinggal. Namun melihat posisi elektabilitas yang lain, yang belum ada sampai menembus 30 persen. Ia masih memiliki optimisme. “Insya Allah kita ikhtiar terus,” katanya.

Diketahui peta kekuatan Elelektoral kandidat di Pilkada Lobar berdasarkan hasil temuan survei Polram. Pertama untuk Calon Bupati, posisi tertinggi ditempati oleh Ketua DPD partai Golkar Lobar, Hj. Sumiatiun dengan tingkat elektabilitas sebesar 27,6 persen. Selanjutnya posisi kedua disusul oleh Sekretaris DPD partai Gerindra NTB, Nauvar Furqoni dengan tingkat elektabilitas sebesar 11,3 persen.

Posisi Ketiga ditempati oleh Direktur PDAM Giri Menang, Lalu Ahmad Zaini dengan tingkat elektabilitas sebesar 10,9 persen. Posisi keempat ditempati oleh Ketua anggota DPRD Provinsi NTB dari partai Demokrat, TGH. Mahalli Fikri dengan tingkat elektabilitas sebesar 8,9 persen.

Dari temuan survei Polram tersebut hanya keempat figur itulah yang punya modal elektabilitas diatas 5 persen. Sedang figur-figur lain yang muncul hanya mampu memiliki elektabilitas dibawah 5 persen. Diantaranya Ketua DPD PKS Lobar, Hj. Nurul Adha memiliki kekuatan elektabilitas sebesar 3,8 persen.

Selanjutnya disusul Pj Sekda Provinsi NTB, Ibnu Salim 1,6 persen dan Ketua DPRD Kabupaten Lobar, Hj. Nurhidayah, 1,6 persen juga. Dibawahnya ada H L Winengan dengan 0,9 persen dan sama dengan Hj. Khairatun dengan elektabilitas sebesar 0,9 persen juga.

“Sedangkan masyarakat yang masih belum menentukan pilihan masih cukup besar yakni sebanyak 25,1 persen dan yang tidak menjawab sebanyak 6,9 persen. Artinya perubahan elektabilitas figur ini masih sangat terbuka jika yang belum menentukan pilihan ini sudah memutuskan nanti,” kata peneliti Polram, Azhari Evendi.

Selain mengukur tingkat elektabilitas figur sebagai calon Bupati, Polram juga melakukan survei terhadap tingkat elektabilitas figur jika sebagai calon Wakil Bupati. Adapun temuan Polram yakni figur yang sama punya elektabilitas yang berbeda ketika disodorkan menjadi calon Bupati dan jadi calon Wakil Bupati.

Posisi elektabilitas tertinggi calon Wakil Bupati tetap ditempati Hj. Sumiatiatun dengan skor 20,8 persen, selanjutnya disusul Nauvar Furqoni Farinduan dengan skor 19,2 persen. Selanjutnya Lalu Ahmad Zaini, 16,9 persen. Ibnu Salim, 12,3 persen, TGH. Mahalli Fikri, 11,5 persen.

Berikutnya Hj. Nurhidayah dengan skor elektabilitas, 6,9 persen. Hj. Nurul Adha dan Hj. Khairatun sama-sama 3,8 persen. Berikutnya H Lalu Winengan, 3,1 persen. Dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 34,7 persen dan tidak menjawab 10,4 persen. (ndi)