Keanekaragaman Budaya di NTB Hasilkan Produk yang Bervariasi

0

Mataram (Suara NTB) – Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Daerah NTB, Ir. Hj. Lale Prayatni, memaparkan potensi ekonomi kreatif di NTB pada kegiatan pelaksanaan tugas pembantuan bimbingan teknis penyusunan proposal dan presentasi Bisnis Ekonomi Kreatif di Mataram, Senin, 6 Mei 2024.

Bunda Lale sapaan akrab Pj. Dekranasda mengatakan, keanekaragaman budaya di NTB menghasilkan produk budaya yang bervariasi dengan potensi ekonomi kreatif yang tinggi karena mempunyai ciri khas tersendiri dengan bahan yang bersumber dari alam asli NTB.

“Seperti tenun Sasak dengan khas tersendiri, Sumbawa begitupun Bima. Semua memiliki keunikan dan khas masing-masing,” kata Bunda Lale.

Sebaran potensi ekonomi kreatif sudah ada semua di NTB, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Sentra tenun Bayan, Peringgasela, Taliwang, Poto, Donggo dan Raba. Sedangkan pada sektor kesenian pertunjukan Sasak dengan gandrung dan Zikir Zaman, Sumbawa dengan Tari Nguri, dan Bima dengan Tari Lenggo.

Menurut Lale, dalam pengembangan ekonomi kreatif tentu akan menjumpai yang namanya tantangan. Pengembangan potensi sumber daya lokal sebagai daya tarik wisata,  peningkatan kualitas produk ekonomi kreatif, mendorong kemitraan antara usaha wisata dengan UMKM, pemerintah, dan swasta.  Memetakan potensi dan kebutuhan wisata, menguatkan kelembagaan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengedepankan kearifan lokal. Kemudian mendorong pemberian insentif dan bantuan modal untuk pengembangan usaha pariwisata, peningkatan pemasaran, peningkatan promosi digital, edukasi branding dan merek dagang dan diversifikasi produk ekonomi kreatif.

“Tantangannya ada, juga ada peluang. Keberadaan event-event nasional dan internasional di NTB, keunikan produk, kemudahan akses platform pemasaran digital dan kebutuhan wisatawan terhadap produk NTB, adalah peluang,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaludin, S.Sos,.MT mengatakan, faktor SDM berperan penting dan menjadi faktor kunci sukses terhadap pencapaian kinerja. Seperti pada industri pariwisata, dimana perusahaan memiliki hubungan langsung yang bersifat tak berwujud dengan konsumen yang sangat bergantung pada kemampuan individu karyawan dalam membangkitkan minat dan menciptakan kesenangan serta kenyaman kepada para konsumennya.

“Untuk menciptakan SDM pariwisata yang unggul bisa dengan melakukan pengembangan forum koordinasi dan sinergi program lintas sektor, MoU antar Gubernur, Walikota dan Bupati dan training SDM kepariwisataan di sektor pemerintah,’’ jelasnya. (r)