Pekan Ini, Jaksa Eksekusi Mantan Direktur RSUD Sumbawa

0

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri Sumbawa, menjadwalkan dalam minggu ini akan melakukan eksekusi terhadap terpidana dr. Dede Hasan Basri di kasus suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa senilai Rp1,4 miliar.

“Paling Senin atau Selasa kita eksekusi terhadap yang bersangkutan. Kita juga sudah menerima salinan utuh atas vonis terpidana dari pengadilan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Hendi Arifin kepada wartawan, Minggu, 5 Mei 2024.

Baca Artikel Lainnya … 

Bulog Langsung Beli Jagung Petani Sesuai HAP

 

Dikatakannya, eksekusi terhadap terpidana dilakukan setelah upaya hukum lanjutan (Kasasi) tidak dilakukan oleh dr. Dede Hasan Basri. Artinya terhadap putusan pengadilan tingkat banding sudah bersifat inkrah.

“Berkas kasasinya dicabut, itulah yang menjadi dasar kami untuk melakukan eksekusi terhadap yang bersangkutan,” ucapnya.

Eksekusi terhadap putusan pengadilan tingkat banding itu dilakukan terhadap terdakwa hanya bersifat hukuman badan saja. Sementara untuk eksekusi terhadap uang pengganti, masih menunggu apakah akan dilakukan penggantian atau tidak.

“Sifatnya baru eksekusi badan saja, kalau untuk uang pengganti kita masih menunggu apakah akan diganti atau tidak oleh dr. Dede,” sebutnya.

Dia pun meyakinkan, jika tidak diganti terhadap uang tersebut maka aset yang sebelumnya didata akan disita. Aset tersebut yakni satu unit villa yang berada di Dusun Batu Alang, ditaksir senilai Rp1 miliar dam rumah yang berada di lingkungan Juru Lane, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa senilai Rp1,5 miliar.

“Kalau untuk nilai asetnya sudah cukup untuk mengganti nilai kerugian keuangan negara yang timbul, tinggal kita menunggu apakah dia mau mengganti atau tidak,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran terhadap aset tersebut, diketahui tahun perolehannya tahun 2020 pada saat dr. Dede Hasan Basri menjabat sebagai Direktur di RSUD Sumbawa. dr. Dede Hasan Basri pun tercatat sudah menjabat sebagai Direktur sejak tahun 2018-2023.

“Memang kasus yang menjerat tersangka untuk tahun 2022, tetapi kan dia menjabat sejak tahun 2018-2023, kita tunggu penetapan majelis hakim saja terhadap aset itu,” terangnya.

Sebelumnya di pengadilan tingkat pertama dr. Dede Hasan Basri divonis selama 7 tahun penjara di kasus dugaan suap dan gratifikasi di pengadaan barang dan jasa di RSUD tahun 2022. Selain itu, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain pidana denda, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp1.4 miliar. Jika terdakwa tidak membayar paling lama 1 bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa untuk dilelang subsider 2 tahun penjara. (ils)