Unram Sesuaikan UKT Berdasarkan Aturan Kemendikbudristek dan Prinsip Keadilan

0

Mataram (Suara NTB) – Isu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sedang hangat-hangatnya diperbincangkan, termasuk di Universitas Mataram (Unram). Untuk memperjelas dan mencegah terjadi misinformasi, pihak kampus Unram menjelaskan bahwa penyesuaikan biaya UKT berdasarkan aturan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Serta, mengedepankan prinsip kewajaran, proporsional, dan berkeadilan.

Rektor Unram, Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., pada Minggu, 5 Mei 2024, menyampaikan, pada tahun 2024 Kemendikbudristek mengeluarkan Permendikbudristek No. 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kemendikbudristek yang menetapkan besaran Biaya Kuliah Tunggal pada masing-masing Prodi S1 dan Diploma.

Untuk melaksanakan peraturan tersebut, maka ditetapkan juga Keputusan Mendikbudristek No. 54/P/2024 tentang Besaran Standar Satuan Biaya Operasional Perguruan Tinggi (SSBOPT) di bawah Kemendikbudristek.

“Dengan terbitnya aturan itu, maka penetapan UKT kepada setiap mahasiswa tetap mengedepankan prinsip kewajaran, proporsional, dan berkeadilan dengan memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai mahasiswa,” ujar Rektor.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menambahkan, Penyesuaian UKT Universitas Mataram hanya untuk Golongan III UKT Unram, sementara pada Golongan I, II, IV, V, dan VI tidak mengalami perubahan.

Adapun, menurut Sukardi, pada UKT Unram Golongan III diberlakukan penyesuaian karena nilai UKT 2023 untuk Golongan III di seluruh program studi masih di bawah nilai BIDIKMISI, yaitu sebesar Rp2.400.000 per semester. Kendati demikian, sama seperti Golongan I, II, IV, V, dan VI, nilai UKT tersebut masih tetap berada di bawah nilai Standar Satuan Biaya Operasional Perguruan Tinggi (SSBOPT) dan nilai Biaya Kuliah Tunggal (BKT) per semester yang ditetapkan Kemendikbudristek.

Selain itu, dilakukan juga penyesuaian UKT Program Studi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Penyesuaian ini dilakukan mengingat capaian akreditasi Prodi S1 Kedokteran FKIK adalah satu-satunya di Unram yang diakui secara Internasional. Penyesuaian UKT juga dilakukan karena adanya kenaikan tarif koas dan praktik mahasiswa kedokteran dengan total sekitar Rp2 miliar di beberapa rumah sakit daerah di NTB yang tertuang dalam peraturan daerah masing-masing kabupaten/kota.

“Sehingga penyesuaian diperlukan untuk dapat menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan dan Prodi S1 Kedokteran FKIK Unram memiliki daya saing yang tinggi,” ungkap Sukardi.

Di samping itu, dilakukan juga penyesuaian besaran IPI untuk mahasiswa FKIK. Sesuai Pasal 23 ayat (2) peraturan terkait, tarif IPI ditetapkan paling tinggi empat kali besaran BKT Prodi. Hal ini menyebabkan besaran tertinggi IPI S1 Kedokteran FKIK (Grade VI) diturunkan menjadi Rp150.000.000 dari yang sebelumnya Rp500.000.000, kecuali untuk jalur kerja sama/internasional sebesar maksimal Rp280.000.000.

Pihak Unram juga melakukan pengurangan nominal biaya pendaftaran Seleksi Mandiri untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Biaya pendaftaran seleksi mandiri yang sebelumnya Rp500 ribu menjadi Rp350 ribu saja.

“Poin penting yang masyarakat perlu tahu adalah jika nantinya pengenaan UKT tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi, maka mahasiswa dapat melakukan Banding UKT,” tegas Sukardi.

Sukardi juga menegaskan, penyesuaian-penyesuaian pada besaran biaya pendidikan di Universitas Mataram berlaku hanya untuk mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025.

Seluruh perubahan tersebut juga sudah didasarkan pada keputusan yang diambil dalam rapat seluruh pimpinan Unram, dan ditetapkan dengan Keputusan atas persetujuan Kemendikbudristek. (ron/*)