Rektor Unram dan Menteri Pertanian RI Siap Bangun 100 Sumur Bor Tenaga Surya di NTB

0
Rektor Unram, Prof. Bambang Hari Kusumo (kanan) meminta dukungan Kementan melalui audiensi dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, H. Andi Amran Sulaiman (kiri) di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis, 2 Mei 2024. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Patriot Pangan Indonesia oleh Universitas Mataram (Unram) sesuai dengan mandat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Unram melakukan audiensi terkait penyampaian rencana program Patriot Pangan Indonesia di Unram dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia bertempat di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari Kamis, 2 Mei 2024.

Berdasarkan analisis kesesuaian lahan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya, penguatan pertanian pada sektor lahan kering dipandang perlu mengingat sebagian daerah pertanian di NTB dan wilayah timur Indonesia umumnya didominasi lahan kering yang memiliki peluang besar untuk dikembangan menjadi sentra produksi pangan baik untuk hasil pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan darat serta potensi strategis lainnya.

Wilayah NTB dan Indonesia timur lainnya memiliki permasalahan dalam hal ketersediaan air tanah yang perlu untuk diselesaikan dalam rangka mendorong terlaksananya beberapa program strategis pangan lahan kering. Untuk mewujudkan program tersebut Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. meminta dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui audiensi dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Rektor Unram dalam audiensi tersebut memaparkan bahwa Unram telah berhasil menciptakan prototype sumur bor panel surya.

“Kami telah menciptakan pompa dengan tenaga surya untuk wilayah-wilayah yang tidak ada airnya. Kami menawarkan pompa tenaga surya yang dapat memompa air non-stop selama siang hari. Sudah ada prototype dengan kedalaman pompa sedalam 40 meter dan sedang kami uji coba dengan kedalaman 80 meter. Sehingga misalnya Pak Menteri bisa membantu kami dalam hal pengeboran di ratusan titik kemudian prototype ini kita perbanyak sehingga pada musim kemarau dapat menghidupkan lahan-lahan yang kering,” ungkap Prof. Bambang.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. menyambut hangat niat baik Rektor Unram dan memberikan arahan untuk dapat segera direalisasikan rencana tersebut.

“Langsung dikerjakan, untuk hal-hal baik seperti ini langsung dikerjakan jangan ditunda. Saya kasih 100 titik untuk NTB dengan total anggaran senilai 5 miliar rupiah,” ungkap Menteri Pertanian tersebut.

Audiensi ini menghasilkan kerja sama Unram dengan Kementan dalam hal pengeboran sumber air di berbagai wilayah kering dan penggunaan sumur bor tenaga surya untuk mengairi lahan kering di musim kemarau. Rektor Unram menginisiasi pemasangan sumur bor panel surya dan Kementan berperan dalam pengeboran sumber air. (ron/*)