Pengembang Perumahan Incar Generasi Z

0

Mataram (Suara NTB) – Para pengembang perumahan mengincar pangsa pasar cukup potensial, yaitu generasi Z, khususnya untuk rumah subsidi. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, H. Heri Susanto mengatakan, generasi Z menjadi pasar yang sangat layak untuk sektor property. Walaupun masih bercampur dengan kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lainnya.

“Kalau developer sih tidak melihat Gen Z atau MBR lain, yang penting dia memiliki kemampuan (membayar cicilan),” ujar Cak Heri, panggilan akrabnya. Cak Heri menambahkan, menariknya pangsa pasar generasi Z ini jumlahnya cukup mendominasi dalam komposisi populasi penduduk NTB. Dari sisi kemampuan financial untuk kewajiban KPR biasanya generasi Z mendapat bantuan dari orang tuanya.

Baca Artikel Lainnya …

Pelaku Usaha Pariwisata Berharap, Garuda Indonesia Jadi Jalan Tengah Tingginya Harga Tiket Pesawat ke Lombok

 

“Kalau soal kelayakan, itu kembali tergantung bank juga. Tapi biasanya generasi Z ini dibantu orang tuanya. Terutama yang ngekos, dari pada bayar kos tiap bilan, yang hampir sama nilainya dengan cicilan rumah subsidi. Maka mereka banyak memilih menyicil rumah,” demikian Cak Heri di Mataram, Jumat, 3 Mei 2024.

Sebagaimana diketahui, Generasi Z, juga dikenal sebagai Gen Z atau i-generation, adalah kelompok yang lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi.Beberapa ciri khas yang membedakan generasi Z dari generasi sebelumnya diantaranya. Terbiasa dengan teknologi, dimana generasi Z sangat akrab dengan internet dan ponsel pintar. Mereka mahir menggunakan berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, X, dan WhatsApp. Selain sebagai alat komunikasi, mereka juga memanfaatkannya untuk berkarya, bekerja, dan belajar.

Terbuka terhadap perkembangan.  Generasi Z memiliki pengetahuan yang luas karena mudahnya akses informasi. Mereka cenderung cepat belajar dan terbuka terhadap segala sesuatu. Toleran dan fleksibel.  Generasi Z lebih toleran dan terbuka terhadap perbedaan budaya. Mereka juga memiliki kemampuan berpikir global karena sering berkomunikasi melalui media sosial dengan orang di seluruh dunia.

Ambisius dan mandiri. Memiliki ambisi besar untuk sukses dan cenderung praktis dalam memecahkan masalah. Mereka juga memiliki pengetahuan finansial yang baik dan berhati-hati agar tidak terjebak dalam utang. (bul)