Hasil Panen 25 ribu Ton, Pasokan Beras di Lobar Diklaim Aman Enam Bulan ke Depan

0

Giri Menang (Suara NTB) – Hasil panen selama dua bulan terakhir (April-Mei) di Lombok Barat (Lobar) mencapai 25 ribu ton lebih. Dengan hasil panen tersebut, pasokan untuk kebutuhan beras pun aman selama enam bulan ke depan, sehingga masyarakat diimbau tak perlu khawatir dengan kebutuhan pasokan beras yang akhir-akhir ini harganya sempat naik.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar Damayanti Widyaningrum ditemui di kantornya, Jumat, 3 Mei 2024. Damayanti mengatakan, hasil panen pada April-Mei rata-rata produktivitas 5,7 ton per hektar. “Hasil panen bagus, kita rata-rata 5,7 ton per hektar. Sehingga dengan hasil panen selama dua bulan tersebut, mencapai sekitar 25 ribu ton,’’ klaimnya.

Baca Artikel Lainnya …

Presiden Jokowi Panen Raya Jagung di Samota

 

Ditambah lagi dengan stok beras di gudang Bulog mencapai 3.500 ton, ketersediaan beras yang ada pun mencapai 28 ribu ton lebih. “Sehingga kita aman selama enam bulan ke depan,”jelasnya.

Produktivitas hasil pertanian khusus padi ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 5,4 ton per hektar. Terdapat peningkatan produktivitas sekitar 0,3 ton per hektarnya. Kendati kata Damayanti, terjadi alih fungsi lahan yang menggerus lahan pertanian produktif.

Di mana rata-rata selama tiga tahun terakhir (2021-2023) terdapat 220 hektar lahan pertanian baik irigasi, perkebunan dan jenis lainnya yang dialih fungsikan untuk perumahan, infrastruktur publik serta lainnya.

Diakuinya, alih fungsi lahan ini memang mempengaruhi produksi pangan. Akan tetapi, sementara ini masih bisa disiasati melalui produktivitas hasil panen tersebut. “Karena itu kita berupaya melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian,”ujarnya.

Pihaknya melakukan  intensifikasi dengan meningkatkan indeks penanaman. Yang tadinya lahan IP0 atau tidak bisa ditanami padi, bisa menjadi IP 1 atau ditanami padi satu kali. Lahan yang sebelumnya IP2, dinaikkan menjadi IP3. Peningkatan IP ini dilakukan melalui intervensi bantuan sarana pertanian seperti pompa air.

Selain itu, pihaknya melalui berbagai upaya ekstensifikasi pertanian dengan memperluas areal tanam. Pihaknya memfasilitasi para petani menanam padi tidak saja di lahan irigasi, namun juga di lahan kering. “Kami akan integrasikan tanaman kelapa dengan padi Gogo,” ujarnya.

Selain itu pihaknya memprogram pompanisasi, supaya lahan kering bisa mendapatkan air dengan menyedot air sungai.

Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan dalam daerah. Di mana Lobar, lanjut Damayanti, kalau melihat dari ke tahun hasil produksi padi selalu surplus mencapai 25 ton per tahun, sehingga Lobar pun menjadi daerah penyumbang beras nasional. Lebih-lebih target pusat tahun 2024 tidak melakukan impor beras lagi. “Dan nanti tahun 2025 kita yang ekspor beras,”ujarnya.  (her)