Parpol KIM Inginkan Koalisi di Pilkada NTB Dibangun Linear

0

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah parpol anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) di NTB menginginkan agar bisa dilanjutkan pada pilkada serentak NTB 2024 ini. Harapan jika partai-partai KIM ini bisa tetap solid membangun koalisi, maka peluang untuk memenangkan pilkada bisa lebih terbuka.

Salah satu Parpol anggota koalisi Indonesia maju di NTB yang menginginkan koalisi linear di Pilkada NTB 2024 ini yakni Partai Amanat Nasional (PAN). Partai berlambang matahari terbit tersebut akan mengajak semua ketua parpol KIM untuk membicarakan agenda tersebut.

Baca Artikel Lainnya …

Samsung Solve for Tomorrow Kembali Digelar, Siapkan Inovasimu!

 

“Harapan kita seperti itu, nanti saya akan bertemu dengan semua pimpinan parpol koalisi KIM, kita ajak bicara bagaimana agar kita tetap linear koalisinya di Pilkada NTB dan juga Kabupaten/Kota. Kalau semua parpol KIM ini bergabung, Insya Allah potensi kita untuk memenangkan pilkada jauh lebih besar,” ujar Ketua DPW PAN NTB, H Muazzim Akbar saat dikonfirmasi Suara NTB pada Kamis, 2 Mei 2024.

Lebih lanjut disampaikan Muazzim, adapun tujuannya untuk menggabungkan KIM itu di Pilkada, agar tidak terlalu banyak calon yang muncul. Cukup dua atau paling mentok tiga Paslon saja yang akan maju di Pilkada NTB ini.

“Kalau kita ingin menang maka, tidak perlu banyak-banyak calon, cukup dua pasangan saja. Karena kita akan melawan calon petahana ini,” jelas Muazzim.

Namun demikian Muazzim menyadari bahwa hal itu tidak mudah diwujudkan. Dikarenakan masing-masing parpol punya dinamika politik sendiri-sendiri. Akan tetapi juga bukan hal yang mustahil bisa diwujudkan.

“Ya karena semua Partai mengajukan kadernya masing-masing untuk menjadi calon. Nah makanya inilah pentingnya kita bertemu untuk membahas koalisi ini. Meskipun ajukan kader tapi kan tidak ada yang bisa mengusung sendiri,” paparnya.

Caleg terpilih DPR-RI dari dapil NTB 2 itu mengungkapkan bahwa ia sendiri sudah bertemu dan membahas hal tersebut dengan beberapa parpol anggota KIM, dan semuanya menunjukkan keinginan yang smaa. “Tinggal beberapa saja yang belum, yang lain yang sudah saya temui juga punya pandangan yang sama,” ungkapnya.

Sementara di tempat terpisah Partai Demokrat NTB sebagai salah satu anggota KIM yang mengusung pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 lalu. Tidak ingin eksklusif, sehingga pihaknya tidak membatasi diri untuk membangun komunikasi politik dengan semua parpol dalam rangka penjajakan koalisi. Sekalipun pada saat Pilpres lalu bukan satu koalisi dengan Demokrat.

“Tentu kami sambut baik jika ada keinginan untuk melanjutkan koalisi di pilpres. Tapi kamis sendiri sangat terbuka, kami tidak menutup diri untuk berkomunikasi dengan parpol yang lain. Kami tidak eksklusif harus KIM (Koalisi Indonesia Maju), kami tidak menutup ruang komunikasi dengan yang lain,” tegas Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman.

Dikatakan anggota DPRD Lobar yang lebih akrab disapa IJU ini, bahwa dinamika politik di Pilkada tidak bisa disamakan dengan dinamika politik pada saat Pilpres lalu. Sehingga koalisi pilpres itu tidak bisa dipaksakan harus linear sampai Pilkada.

“Daerah juga memiliki kompleksitas politik sendiri, berbeda dengan nasional. Sementara kami di sini juga berkepentingan untuk membangun konsolidasi di daerah. Sehingga kami tentu sangat membuka diri untuk berkoalisi dengan semua partai, tanpa terkecuali. Lebih-lebih tidak ada parpol yang bisa mengusung sendiri,” tegas IJU. (ndi).