Memprihatinkan, Rata-rata Lama Sekolah di NTB di Bawah Nasional

0

Mataram (Suara NTB) – Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas pada tahun 2023 di NTB mencapai 7,74 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa secara rata-rata pendidikan penduduk umur 25 tahun ke atas baru mencapai jenjang pendidikan kelas 1 SMP (kelas VII) atau putus sekolah dikelas 2 SMP (Kelas VIII). Angka itu juga lebih rendah dibandingkan Rata-rata Lama Sekolah nasional yang berada di angka 8,77 tahun.

Data tersebut berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui 7 Desember 2023 di laman www.bps.go.id. Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki. Standar United Nation Development Program (UNDP) adalah minimal 0 tahun dan maksimal 15 Tahun.

Pengamat pendidikan yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram (FKIP Ummat), Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., pada Kamis, 2 Mei 2024 menyampaikan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan jika melihat data Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas pada tahun 2023 di NTB pada laporan data statistik 2023. Jika mengacu data RLS nasional berada pada angka rata-rata 8,77 tahun. “Sangat jauh dari rata-rata nasional,” ujarnya.

Menurut Nizaar, upaya yang perlu dilakukan, antara lain perlu adanya rencana strategis khusus bidang pendidikan untuk jangka panjang. Dengan begitu, pembiayaan dapat dialokasikan sesuai dengan rencana terutama dalam bentuk beasiswa.

“Partisipasi masyarkat juga perlu distimulus untuk membentuk komunitas asuh sekolah, misalnya orang-orang yang berkecukupan atau perusahaan-perusahaan untuk mengasuh anak-anak yang kurang mampu agar tetap bersekolah,” saran Nizaar.

Di samping itu, sebagai stimulus, maka perlu diberikan penghargaan terhadap kabupaten/kota/desa/kelurahan yang memiliki rata-rata lama sekolah tinggi, sehingga rata-rata lama sekolah benar-benar dirasakan oleh masyarakat perlu untuk diperhatikan.

Ia juga menyoroti anggaran pendidikan yang relatif masih sedikit. Maka diperlukan penambahan anggaran untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan.

“Anggaran pendidikan harus kita akui masih sangat kecil, perlu ditingkatkan jika ingin kualitas pendidikan di NTB meningkat signifikan,” saran Nizaar.

RLS tahun 2023 di NTB mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022. RLS di NTB tahun 2022 mencapai 7,61 tahun, dengan RLS nasional pada tahun 2023 mencapai 8,69 tahun.

Sementara itu, RLS tahun 2023 di daerah-daerah di NTB, yakni Lombok Barat 6,87 tahun, Lombok Tengah 6,61 tahun, Lombok Timur 7,12, Sumbawa 8,52, Dompu 8,97, Bima 8,29 tahun, Sumbawa Barat 8,98 tahun, Lombok Utara 6,39 tahun, Kota Mataram 9,56 tahun, dan Kota Bima 10,95 tahun.

Sebagai informasi, rata-rata lama sekolah (mean years of schooling) merupakan indikator yang menunjukkan rata-rata jumlah tahun efektif untuk bersekolah yang dicapai penduduk. Jumlah tahun efektif adalah jumlah tahun standar yang harus dijalani oleh seseorang untuk menamatkan suatu jenjang pendidikan, misalnya tamat SD adalah 6 tahun, tamat SMP adalah 9 tahun dan seterusnya.

Perhitungan lama sekolah dilakukan tanpa memperhatikan apakah seseorang menamatkan sekolah lebih cepat atau lebih lama dari waktu yang telah ditetapkan. Semakin tinggi angka RLS maka semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan. Oleh karena itu, RLS menjadi salah satu indikator yang menjadi sasaran pembangunan dalam RPJMN 2020-2024. (ron)