Agunkan SK di Bank, Pj Bupati Ingatkan ASN Tidak untuk Konsumtif

0

Selong (Suara NTB) – Setelah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) banyak yang mengagunkan SK di bank. Terhadap hal itu, Penjabat (Pj) Bupati Lotim, H. M. Juaini Taofik mengingatkan agar seluruh ASN tidak konsumtif.

Menjawab Suara NTB, Pj Bupati Lotim menyatakan dirinya tidak melarang ataupun menganjurkan untuk menggadaikan SK ke perbankan. Termasuk tidak ada penggiringan untuk ke salah satu perbankan.

Baca Artikel Lainnya …

Kadin dan Gapensi NTB Minta Investor Tak Seperti “Jailangkung”

 

Menurutnya, ia juga punya pengalaman pribadi soal pinjaman di bank dengan menggunakan SK sebagai jaminan. “Itu tidak kami anjurkan dan tidak dilarang. Tapi ini soal perilaku. Kita sebagai ASN ini kan rezeki kita sudah lancar tinggal bagaimana kita manajemennya saja,” pesannya.

Diakuinya, ada banyak pegawai yang ingin cepat punya rumah. Jika menabung mungkin membutuhkan waktu lama, sehingga, menggadaikan SK menjadi salah satu pilihan agar bisa cepat.

Selanjutnya, pilihannya banyak di Bank NTB Syariah, karena menjadi bank milik daerah. Sejauh ini juga, pihak Bank NTB Syariah lebih cepat melihat peluang. Pemkab Lotim juga memiliki saham di Bank NTB Syariah dan posisinya sekarang diketahui terbesar kedua setelah Pemerintah Provinsi NTB.

Terpisah, Kepala Cabang Bank NTB Syariah Lotim, Kasri Rahman mengatakan permohonan pengajuan pinjaman uang dari para ASN dan PPPK  diukur dari Debt Service Ratio (DSR).

Bank terlebih dahulu akan mengukur perbandingan jumlah utang dengan penghasilan yang diterima setiap bulannya dari para ASN dan PPPK ini. ASN bisa mengajukan hingga 75 persen. Hal ini tentu akan dilihat dulu dari penghasilan.  Diharuskan ada rekomendasi OPD tempatnya bekerja, karena yang paling paham adalah OPD tempatnya masing-masing.  Ada kemungkinan yang bersangkutan  ada penghasilan lainnya atau sertifikasi. ” Kita sepakati bersama tergantung rekomendasi teman bendahara dari OPD,” imbuhnya

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dr. Mugni, mengakui banyaknya ASN yang baru terangkat ini ‘’menguliahkan’’ SK-nya di perbankan. Hal ini karena banyak ASN ini tidak bisa menjadi kaya kalau tidak menggadaikan SK di perbankan. (rus)