Pengelolaan Pasar Kebon Roek, Pihak Ketiga Dinilai Tidak Serius Berinvestasi

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menyesalkan sikap dari perusahaan swasta asal Jakarta yang tidak serius menanamkan modal atau berinvestasi di Mataram. Padahal, mereka telah diberikan ruang untuk mengelola Pasar Kebon Roek.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menjelaskan, perusahaan swasta asal Jakarta sebelumnya menawarkan diri ke Pemkot Mataram, untuk mengelola Pasar Kebon Roek di Kecamatan Ampenan. Konsep penataan maupun pemanfaatan pasar telah dipaparkan jika kerjasama telah dilakukan dengan pemerintah daerah. Saat ekspose, Pemkot Mataram memberikan masukan terhadap konsep yang akan dibangun dalam pengelolaan pasar di Kota Mataram. “Mereka sudah dua atau tiga kali datang mengekspose konsepnya dan kita berikan beberapa masukan,” terang Alwan ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 30 April 2024.

Lalu Alwan Basri. (Suara NTB/cem)

Konsep yang ditawarkan apakah lebih memperbanyak toko atau los pasar belum ada kesepakatan antara Pemkot Mataram dengan pihak ketiga tersebut. Alwan mengaku, sejak menjabat sebagai sekretaris daerah belum bertemu kembali dengan perusahaan asal ibukota negara tersebut.

Sekda menilai perusahaan tersebut tidak serius berinvestasi di Kota Mataram. Meskipun dipahami bahwa mereka masih menawarkan konsep. Untuk pengelolaan aset milik pemerintah daerah memiliki mekanisme yakni, melalui beauty contest atau pelelangan. “Kalaupun jadi maka harus melalui prosedur tadi itu (beauty contest),” terang Alwan.

 

Artikel Lainnya …

Kadin dan Gapensi NTB Minta Investor Tak Seperti “Jailangkung”

 

Pasca ekspose konsep satu tahun enam bulan, belum ada komunikasi apapun dari perusahaan tersebut. Alternatifnya menurut Alwan, pasar Kebon Roek diusulkan ke pemerintah pusat untuk direlokasi di Kebon Talo. Alternatif ini dinilai sangat bagus karena di atas lahan seluas tiga hektar terintegrasi dengan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan. “Alternatif yang paling bagus memindahkan Pasar Kebon Roek ke Kebon Talo, karena nanti satu kompleks dengan TPST,” terangnya.

Kendati demikian, Pemkot Mataram masih memberikan peluang bagi perusahaan lainnya yang lebih serius untuk mengelola Pasar Kebon Roek. Saat ini, pihaknya sedang berupaya mencari anggaran ke pemerintah pusat untuk merelokasi pasar tersebut. “Kalau ada perusahaan yang lebih serius untuk mengekspose dan menawarkan diri. Iya, silahkan saja kita terbuka untuk itu,” jawabnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto menegaskan, PT. Neolimax yang sebelumnya mengajukan diri untuk mengelola pasar terbesar kedua di Kota Mataram itu, juga belum ada kepastian pasca  mengekspose konsep kerjasama serta pengelolaan pasar. Dari pemaparannya, mereka hanya mengedepankan pembangunan pasar grosir dan pertokoan. Di satu sisi, Pemkot Mataram lebih banyak membutuhkan konsep lapak untuk menampung pedagang. Pihaknya masih  membuka ruang apabila diajak komunikasi untuk menindaklanjuti penataan pasar tersebut. “Iya, kemungkinan batal,” timpal Uun. (cem)