IAHN Gde Pudja Mataram Gelar Seminar Penguatan Moderasi Beragama

0

Mataram (Suara NTB) –  Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar Seminar Penguatan Moderasi Beragama di Aula IAHN Gde Pudja, pada Senin, 29 April 2024. Seminar ini mengusung tema Perempuan Aktor Ketahanan Keluarga dalam Mengadopsi Nilai Beragama untuk Mewujudkan Keluarga Sukinah.

Seminar ini merupakan kerja sama IAHN Gde Pudja Mataram dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAHN Gde Pudja Mataram. Hadir dalam seminar ini, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. I Wayan Wirata, A.Ma.,S.E.,M.Si.,M.Pd.; Ketua DWP IAHN Gde Pudja Mataram, Ni Wayan Ersani Wirata; Ketua Rumah Moderasi IAHN Gde Pudja Mataram sekaligus penaggungjawab seminar, I Nengah Putra Karian, S.Pd.H., M.Ikom., serta tamu undagan lain.

Ketua Panitia Seminar Penguatan Moderasi Beragama, I Gusti Agung Andriani, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan, dasar hukum pelaksanaan kegiatan seminar ini SK Rektor IAHN Gde Pudja Mataram nomor: 298 tahun 2024 tanggal 16 April 2024 tentang Panitia, Narasumber dan Peserta seminar penguatan moderasi beragama IAHN Gde Pudja Mataram.

“Kegiatan seminar ini diikuti oleh 70 orang, yang terdiri dari tujuh orang panitia dan 63 orang peserta. Peserta berasal dari DWP IAHN Gde Pudja Mataram, Bidang Bimas Hindu Kemenag Kota Mataram, serta dari sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan Hindu,” ujar I Gusti Agung Andriani.

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua DWP IAHN Gde Pudja Mataram, Ni Wayan Ersani Wirata turut memberikan sambutan. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. I Wayan Wirata, A.Ma.,S.E.,M.Si.,M.Pd.

Dua narasumber dihadirkan dalam seminar ini, yaitu Dra. Nunung Trianingsih, M.M., yang merupakan Kepala Dinas Pemberdayaa Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB dengan materi Perempuan sebagai Aktor dalam Mewujudkan Moderasi Beragama. Narasumber lainnya, Drs. Agus Wijaya, S.Pd., S.Ag., M.M., M.Si., yang merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Dosen Hindu Indonesia, dengan materi Penguatan Moderasi Beragama.

Nunung Trianingsih dalam materinya menyampaikan, perempuan memiliki potensi dan peluang yang besar dalam menanamkan benih-benih moderasi beragama, mengingat perannya sangat strategis baik pada lingkup keluarga (domestik), lingkungan kerja dan komunitas. Perempuan biasanya juga bisa saling mengisi melalui berbagi ilmu dan saran.

“Peran perempuan ini tentunya juga tidak lepas dari peran laki-laki dalam upaya optimalisasi perwujudan moderasi karena perempuan dan laki-laki saling melengkapi serta perempuan dan laki-laki juga bisa sebagai aktor/pelaku atau subjek dalam moderasi,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Wijaya dalam materinya menyampaikan, perlunya penguatan moderasi beragama karena selama ini, selain sebagai penuntun manusia ke jalan kebaikan, ke jalan yang benar, ke jalan keselamatan, dan segala hal yang baik-baik, para “Tokoh Masyarakat” telah menjadikan Agama sebagai sumber konflik sosial. “Oleh karena itu, diperlukan peran Perempuan Hindu berkarakter Dewi Saraswati dalam melakukan penguatan moderasi beragama,” ujarnya. (ron/*)