Pencarian Dihentikan, Keluarga Dokter Wisnu Minta Bantuan Presiden

0

Mataram (Suara NTB) – Keluarga Dokter Wisnu mendatangi tempat menginap Presiden Jokowi selama kunjungan kerja ke NTB untuk meminta dan mengirim surat kepada presiden untuk melanjutkan pencarian Dokter Wisnu yang hilang di perairan pantai Lombok Tengah pada Rabu, 17 April 2024.

“Hari ini saya memberikan surat ke pak Jokowi tadi saya nitip ke ajudannya yang kebetulan saya coba izin melalui resepsionis hotel, semoga itu disampaikan kepada beliau oleh ajudannya dan semoga dibaca surat dari kami,” kata Baiq Ernawati, Bibi dari Dokter Wisnu.

Ernawati mengatakan bahwa ia dan keluarga merasa bahwa Dokter Wisnu masih selamat meski sudah hilang beberapa hari, sehingga dalam suratnya ia meminta kepada presiden untuk melakukan pencarian kembali menggunakan alternatif yang lebih memadai.

“Selama ini pencarian hanya menggunakan drone, mungkin drone terlalu jauh visibility dan visualnya, nah kami berharap pencarian dokter Wisnu akan lebih jauh, bisa dengan jarak pandang yang dekat dan bisa menemukan wisnu di daratan-daratan sekitar lokasi,” lanjutnya.

Adapun Erna menjelaskan terkait alasan mengapa ia masih sangat percaya bahwa Dokter Wisnu masih hidup ialah karena menurut penuturan kapten kapal yang selamat dalam insiden terbaliknya kapal pada 17 April kemarin, pada saat kapal terbalik, Dokter Wisnu berenang ke daratan yang ada di sekitar perairan tempatnya tenggelam.

Kemudian terkait dengan pencarian yang dilakukan oleh Basarnas, Erna mengaku bahwa dirinya memahami SOP kerja Basarnas, namun ia bersyukur ketika pihaknya meminta tambahan hari pencarian, Basarnas bersedia menambah dua hari pencarian, sehingga total pencarian Dokter Wisnu selama sembilan hari.

Meski setelah sembilan hari tidak ada titik temu, pihak keluarga masih berupaya melakukan pencarian hingga dengan saat ini. “Sampai hari ini, keluarga masih mencari secara mandiri dengan kemampuan segala yang kami bisa lakukan, baik itu mengerahkan nelayan, warga lokal setempat, kemudian penyelam lokal yang bisa membantu kami mencari wisnu sampai bertemu dengan kami semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga merasakan ada yang janggal dari kasus tenggelamnya Dokter Wisnu, yang mana salah satu kejanggalan yang dirasakan adalah tidak ditemukan satupun barang Dokter Wisnu kecuali alat pancing yang dikembalikan kapten kapal setelah sepulu hari menghilangnya Dokter Wisnu.
“kemudian barang-barangnya Wisnu sampai saat ini belum ada yang kami temukan kecuali pancing yang di anter di hari ke10 oleh kapten dan itu kami merasa kenapa harus di anter di hari ke 10 kenapa ga di awal,” tegasnya. (era)