Rekrutmen Panwascam di Lobar, Pendaftar Didominasi Wajah Lama

0

Giri Menang (Suara NTB) – Bawaslu Lombok Barat (Lobar) melakukan seleksi terhadap Badan Adhoc pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini. Dari jumlah pelamar yang mendaftar, sebagian besar merupakan wajah lama. Artinya mereka ini mantan atau eksisting Panwascam pada Pemilu sebelumnya.

“Ada 29 orang yang mendaftar lagi untuk Pilkada ini. Dari 30 jumlah panwascam kemarin,” kata Ketua Bawaslu Lobar Rizal Umami, dikonfirmasi media kemarin. Pada pembentukan badan Adhoc ini, Bawaslu Lobar sendiri menggunakan dua metode. Yakni evaluasi dan pemebentukan anggota baru. Pada metode evaluasi, yang dievaluasi adalah Panwaslu tingkat Kecamatan yang sebagai peserta existing. Yaitu peserta yang berasal dari anggota Panwaslu Kecamatan yang saat ini telah dan atau sedang melaksanakan tugas untuk pengawasan Pemilu Tahun 2024.

Sebelum evaluasi, peserta existing harus mendaftar terlebih dulu.“Kemudian kalau hasil evaluasi tidak memnuhi maka baru dilakukan rekrutmen baru,” jelasnya. Selanjutnya, peserta existing mengikuti penilaian evaluasi kinerja yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten atau Kota dengan standar evaluasi yang telah ditetapkan. “Peserta existing yang tidak memenuhi syarat maka tidak dapat mendaftarkan diri menjadi peserta pendaftar baru,” ucapnya.

Sedangkan untuk pembentukan baru, berasal dari perekrutan peserta baru yang tidak termasuk atau bukan dari anggota Panwaslu Kecamatan pada Pemilu 2024 lalu.“Nantinya ini akan mengikuti tes sesuai dengan rangkaian tahapan seleksi,” terangnya. Sejauh ini, Rizal mengatakan sudah banyak tanggapan dan masukan masyarakat terkait dengan Panwaslu existing yang masuk dalam hotline Bawaslu.Tanggapan tersebut akan menjadi pertimbangan untuk hasil evaluasi. Yang hasilnya nanti akan dinilai oleh pihak Bawaslu Lobar, kemudian dikonsultasikan ke Bawaslu Provinsi dan dilaporkan ke Bawaslu RI.

“Insya Allah sekitar tanggal 1 atau 2 Mei kita sampaikan secara terbuka untuk Panwascam existing yang masih layak jadi Panwascam Pilkada. Dan membuka pendaftaran baru bagi yang kosong,” terangnya. (her)