Petani : Bulog Menjaga Stabilitas Harga Gabah Saat Panen Raya

0

Mataram (Suara NTB) – Ditengah musim panen raya padi berlangsung, hukum suply demand pasti berlaku. Ketika produksi tinggi, harga turun. Sehingga diperlukan sebuah instrumen dan operator yang menjaga stabilitas harga bagi petani.

Pun panen raya tahun 2024 ini, kehadiran pemerintah dengan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dijaga oleh Perum Bulog mampu menahan harga gabah tidak turun dibawah HPP.

Zuliftihan Watoni, petani asal Desa Monggas Lombok Tengah menyampaikan harga gabah sempat menyentuh Rp.5.300/Kg untuk Gabah Kering Panen (GKP) saat Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP masih Rp5.000/Kg.

Namun ketika ada perubahan harga HPP ke Rp.6.000/Kg untuk GKP, harga gabahpun naik ditingkat petani. Seperti saat ini Rp6.500/Kg untuk GKP.
Hal ini dipengaruhi pembelian Bulog untuk GKG Rp7.400/Kg.
“Jadi itu yang sangat berpengaruh mendorong harga gabah masih bagus. Disaat permintaan beras di pasar terbatas, kami tidak hawatir karena ada jaminan pasar yaitu Bulog,” ujar Toni, Senin (29/4/2024).

Ditempat lain, Samsul seorang petani dan pemilik penggilingan asal Praya Lombok Tengah menyampaikan, jika tidak ada Bulog sebagai penjamin dan stabilisasi saat panen gabah, menurutnya petani akan bingung akan menjual kemana produksinya saat panen raya atau saat produksi melimpah.

Menurut Samsul Bulog membeli tanpa batas dan pelayanan pembayaran secara langsung hari itu juga.

Ditambahkannya, selama menjual gabah ke Bulog , tidak ada kendala .
” Justru Bulog yang sering mendesak untuk menjual hasil panen kita ke gudang Bulog,” demikian Samsul.(bul)