Pengusaha Jagung Diharapkan Ikuti Harga Baru

0

Dompu (Suara NTB) – Harga jagung pipilan kering di Kabupaten Dompu masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Hingga Minggu, 28 April 2024, harga pembelian jagung di gudang – gudang swasta berkisar Rp.4.200 per kg untuk kadar air (KA) maksimal 17 persen.

Sementara Bapanas RI telah mengeluarkan kebijakan baru dengan surat Fleksibilitas HAP untuk komoditas jagung dari Rp.4.200 per kg menjadi Rp.5 ribu per kg untuk pipilan kering kadar air (KA) 15 persen. Surat bernomor 136/TS.02.02/K/4/2024 tanggal 25 April 2024 ini terbit sambil menunggu proses revisi keputusan Bapanas RI no 5 tahun 2022 tentang HAP jagung, telur ayam dan daging ayam broiler.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM sebelum dimutasi menjadi Kepala BPKAD Dompu., Senin, 29 April 2024 mengungkapkan, surat fleksibilitas harga jagung ditujukan kepada Bulog untuk menyerapnya. Namun diharapkan kepada pengusaha swasta dapat mengikutinya.

“Kenapa surat fleksibilitas harga ini diterbitkan, karena terkait momentum masa panen raya jagung. Kalau harus menunggu diundangkan perubahan Peraturan Bapanas, dikhawatirkan akan kehilangan momentum panen raya jagung dan tidak akan dirasakan petani saat ini,” ungkap Syahroni.

Bulog, lanjut Syahroni, langsung menindaklanjuti surat fleksibilitas harga jagung dalam penyerapan jagung petani untuk kebutuhan CDC-nya di Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa. Karena penyerapan yang dilakukan hanya berkapasitas 120 – 150 ton per hari, sehingga belum terlalu dirasakan dampaknya oleh petani. “Jadi, bukan Bulog tidak menyerap dengan fleksibilitas harga jagung,” katanya.

Ia pun berharap, para pengusaha pengepul jagung petani di Dompu dapat menyesuaikan harga sesuai keputusan Bapanas RI. Hal ini dalam rangka menjaga keberlangsungan produksi jagung dan memberi keuntungan bagi petani. (ula)