Kerja Sama dengan Pelaku Industri, SMKN 1 Lembar Kembangkan Budidaya 300 Ribu Udang Vaname

0

Giri Menang (Suara NTB) – SMKN 1 Lembar, Lombok Barat (Lobar) mengembangkan budidaya udang Vaname Sistem Bioflok di areal sekolah tersebut. Pengembangan budidaya udang Vaname yang berkapasitas 300 ribu ekor ini sebagai upaya tindak lanjut dari program BLUD yang diprogramkan oleh Pemprov NTB dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

Kepala SMKN 1 Lembar, Ahmad Quroni, M.Pd., ditemui di lokasi budidaya udang Vaname, akhir pekan kemarin mengatakan pihaknya bekerjasama dengan pihak industri mengembangkan budidaya udang Vaname sistem bioflog diameter 30 meter persegi dengan total luas 70 meter persegi. “Ini dalam rangka menindaklanjuti program BLUD dan sekaligus sebagai media pembelajaran atau teaching factory,” terang Quroni, akhir pekan kemarin.

Pengembangan budidaya udang Vaname ini dimulai sejak bulan puasa lalu. Ia bersama tim dari pihak industri dan siswa membuat media tempat budidaya berupa kolam bundar diameter 30 meter persegi di atas lahan sekolah yang sebelumnya tidak terpakai. Pihaknya pun sudah menebar benih pada bulan ini sebanyak 300 ribu ekor. Budidaya udang Vaname ini dilakukan sekitar 5 bulan, kemudian panen pertama yang ditarget bulan Agustus nanti.

Dijelaskan, sebelum mengembangkan budidaya udang Vaname ini, pihaknya melakukan kajian dan riset dengan mengembangkan unit produksi kapasitas kecil, sehingga pihaknya tak sulit ketika pengembangan berkapasitas industri. Di mana pihak industri hanya mau mengambil kalau kapasitasnya 4 ton. “Ini hasilnya mudahan lebih dari 4 ton,”ujarnya.

Dalam proses budidaya udang ini pun dilakukan sesuai standar industri, di mana pihak industri mendatangkan asisten dari perusahaan dari luar daerah, sehingga nantinya diharapkan pihak sekolah baik siswa maupun guru bisa belajar langsung dari tim perusahaan tersebut. “Ini yang diharapkan, pihak sekolah dan siswa bisa belajar langsung dari pelaku industri,”jelasnya.

Ia menambahkan, kerjasama pengembangan udang Vaname dengan pihak industri ini dilakukan secara resmi di atas kertas. Untuk pasar, pihak perusahaan yang langsung mengambil, sehingga pihak sekolah tidak pusing dengan pasar. Tahap pertama ini, pihaknya tidak menghitung untung namun bagaimana agar usaha ini berjalan.

Ke depan kalau pemerintah mau mengintervensi, pihaknya bisa mengembangkan di lahan yang sudah ada di sekolah tersebut. Diharapkan dari kerja sama ini juga, pihaknya membangun sistem di sekolah terkait pengembangan sektor industri ini ke depan. Pihak juga berharap bisa membantu siswa khususnya yang jurusan agribisnis. “Niat kami ingin menggratiskan anak-anak khusus jurusan agribisnis,”harapnya.

Sementara tenaga teknisi, Suryadi mengatakan pengembangan budidaya udang Vaname Sistem Bioflok di SMKN 1 Lembar ini sudah sangat luar biasa bagus sesuai standar industri.

Kolam bundar yang dibuat seluas 70 meter, dilengkapi kincir untuk suplai oksigen. Benih ikan juga diberikan pakan sesuai standar. Diharapkan nantinya, udang Vaname yang dihasilkan sesuai standar industri. “Hasilnya nanti sesuai standar industri,” jelasnya.

Dikatakan, panen pertama akan dilakukan dengan berat udang per ekor rata-rata 10 gram. Ini untuk mengurangi kapasitas udang di kolam bundar. Ditarget per kilogram berisi 80 ekor udang pada saat dipanen. Sehingga dengan jumlah benih 300 ribu ekor, maka bisa menghasilkan 4 ton udang Vaname. Terkait harga, udang Vaname ini harganya tinggi di pasaran, sehingga tidak salah jika disebut sebagai “emas putih”.(her)