Kantor Bahasa NTB Luncurkan Produk Inovasi Kamus Terpadu 2024

0

Mataram (Suara NTB) – Kantor Bahasa NTB telah melaksanakan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo telah dilaksanakan selama tiga hari, pada 16—18 April 2024 lalu. Pada kegiatan ini, Kepala Kantor Bahasa NTB, Puji Retno Hardiningtyas berkesempatan menutup kegiatan secara resmi bersama dengan narasumber Lokakarya Kosakata Bahasa Sasak. Kegiatan penutup dirangkaikan dengan Sosialisasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel.

Puji Retno memperkuat kembali komitmen penutur asli bahasa daerah di NTB dalam penutupan kegiatan itu. Ia menuturkan analisis bahwa kajian bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo harus diperkuat agar tidak mengalami pergeseran dan kepunahan bahasa.

“Kegiatan lokakarya ini adalah tahapan kedua dalam program KKLP Perkamusan dan Peristilahan yang telah mengambil data sebelumnya di empat kabupaten di NTB. Semoga tahun depan, pengumpulan ilmu dan penambahan lema dapat kami lanjutkan dan publikasi dapat dilakukan secara luas. Ranah kegiatan ini adalah verifikasi dan pengolahan data agar kata-kata dideskripsikan sesuai dengan ilmu adik-adik siswa juga dapat mengambil skripsi dengan tema ini,” ujar Puji Retno.

Ia menambahkan, bahwa Kantor Bahasa NTB terus meluaskan kerja sama dengan pihak perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengembangan bahasa daerah berbasis aplikasi digital dengan Universitas Teknologi Sumbawa yang resmi ditandatangani pada Kamis (18/4) lalu. Untuk selanjutnya, tahapan program lokakarya ini adalah Sidang Komisi Bahasa Daerah yang akan menentukan berbagai mata pelajaran yang akan dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

“Hal ini tentu memerlukan komitmen pelestarian bahasa daerah dari adik-adik pelajar sebagai penutur muda. Kami berharap juga adanya peran aktif dan dukungan dari pihak kampus. Selain itu, saat ini saya sedang menjalani Pelatihan Pengawas Pendidikan yang menghasilkan perubahan program bagi lembaga kemajuan. kesempatan ini, saya ingin menyosialisasikan awal pengembangan produk, yaitu Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Isyarat-Aksara Braille,” lanjutnya mengenalkan produk pengembangan yang diinisiasi oleh Kepala Kantor Bahasa NTB.

Berdasarkan penjelasan Puji Retno, gagasan awal ini sudah dilakukan oleh pegawai Kantor Bahasa NTB, yaitu M. Syamsur Rijal dengan produk Kamus Bergambar Bahasa Daerah. Produk ini dikembangkan dan dikolaborasikan bersama dengan produk unggulan Kantor Bahasa Provinsi NTB lainnya dengan tujuan sebagai penjawab tantangan atau permasalahan di NTB, penguatan literasi, pelestarian bahasa daerah, penyediaan bahan literasi, penambahan produk kamus, penguatan nilai-nilai organisasi, dan penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK.

Dengan adanya produk pengembangan kamus terpadu ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lembaga, mitra kerja, dan masyarakat luas. Penerapan keberlanjutan dilakukan dengan menggandeng berbagai mitra kerja sama untuk menghasilkan nilai tambah pada produk kamus terpadu.

“Tentunya dalam dua tahun ini inovasi akan kami kembangkan, baik dalam rencana jangka pendek maupun jangka panjang dengan berbagai program bersama mitra. Hal yang paling penting bahwa produk ini dapat diakses di laman kantorbahasantb.kemdikbud.go.id. Ke depannya, kami akan mengembangkan laman tersendiri agar diakses secara terpadu,” papar Puji Retno.

Momen penutupan kegiatan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo hari ini menjadi awal sosialisasi ke masyarakat luas terkait pengembangan produk. Hal ini sejalan juga dengan tujuan dari kegiatan lokakarya.

Sebelumnya, pada hari kedua kegiatan, yaitu Lokakarya Bahasa Daerah Samawa telah dilakukan dengan menghadirkan 2 orang narasumber dan 17 peserta penutur asli bahasa Samawa. Pada hari ketiga sekaligus penutupan kegiatan, lokakarya berfokus pada pembahasan kosakata bahasa Sasak dengan menghadirkan dua orang narasumber dan 17 peserta penutur asli bahasa Sasak.

Berikutnya, para peserta berkesempatan menyampaikan hasil evaluasi kegiatan dalam verifikasi data. Perwakilan peserta pertama, yaitu Irma Setiawan, dosen Universitas Mataram, menyampaikan bahwa sebaran nyata dari leksikon bahasa daerah belum menampilkan teknik pengumpulan data. Hal ini penting untuk diketahui oleh para peserta agar lebih memahami verifikasi dan pengolahan data. Perwakilan peserta lainnya, yakni Lalu Erwan Husnan, pegawai BRIN, memberikan tanggapan bahwa pentingnya standar pengusulan bahasa daerah dalam KBBI sebagai bahan inovasi yang dilakukan oleh Kantor Bahasa NTB. Tanggapan lainnya datang dari perwakilan BRIDA NTB, yaitu Lalu Faesal Amrullah terkait hadirnya produk inovasi kamus terpadu.

“Saya mengapresiasi adanya berbagai produk yang telah dihasilkan oleh Kantor Bahasa NTB. Dengan adanya hal ini, produk Kadaring SIBI yang diinisiasi oleh Pemenang I Duta Bahasa Provinsi NTB Tahun 2021 dapat dimanfaatkan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB. Program dari Kantor Bahasa NTB sudah sangat baik. Harapannya, adanya kolaborasi dengan Ikatan Duta Bahasa NTB dan BRIDA NTB terkait peluncuran inovasi karena hal ini sangat dibutuhkan pada program anak-anak yang dilakukan oleh BRIDA NTB,” ujarnya.

Kepala Kantor Bahasa NTB menanggapi berbagai pernyataan dari peserta. Ia secara terbuka menerima masukan dan saran penting untuk kemajuan lembaga. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya tanggapan, baik saran maupun kritik dari masyarakat dapat memberikan rencana perbaikan ke depannya. “Tentu masih banyak hal yang perlu kami perbaiki. Kami akan berupaya untuk terus memperluas kemitraan dengan berbagai mitra,” tandas Puji Retno sebagai penutup kegiatan secara resmi. (ron)