Kasus Demam Berdarah Melonjak di Mataram

0

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram H. Mohan Roliskana mengatensi melonjaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram. Penyebaran penyakit menular ini perlu diwaspadai, sehingga diminta camat dan lurah memasifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan. “Tadi sudah saya minta Pak Camat dan Pak Lurah untuk mengaktifkan kembali PSN,” terang Walikota ditemui usai menggelar rapat koordinasi di ruang Kenari kantor Walikota Mataram, Senin, 22 April 2024.

Pemberantasan nyamuk aedes aegepty akan dibantu sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram, untuk pengasapan (fogging). Upaya pemberantasan nyamuk DBD mengantisipasi perubahan cuaca.

Penyebaran demam berdarah terutama di kawasan padat penduduk. Walikota menegaskan, camat dan lurah lebih mengetahui kondisi dan teknis di lapangan sehingga diminta berkoordinasi dengan OPD teknis dan unsur pemerintahan di lingkungan. “Paling tidak gotong royong kembali diaktifkan di lingkungan,” tambahnya.

Selain menekankan pencegahan penyakit DBD, Walikota juga menekankan pada penguatan tugas camat dan lurah serta pimpinan OPD terkait program yang akan dilaksanakan kedepannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menerangkan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan signifikan pada triwulan pertama di tahun 2024. Sepanjang bulan Januari hingga Maret 2024, tercatat 223 pasien demam berdarah dengue yang menjalani perawatan di puskesmas maupun di rumah sakit. Jumlah ini terus bertambah mencapai 286 kasus pada bulan April.“Iya, memang cenderung ada peningkatan kasus DBD tahun ini,” kata Emirald.

Meningkatnya kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegepty dipicu cuaca yang tidak menentu. Selain itu, penularan bisa disebabkan akibat pergerakan atau mobilitas manusia. Ia mencontohkan, warga yang beraktifitas di kabupaten/kota lain kemudian digigit nyamuk aedes aegepty maka bisa menularkan penyakit ke Kota Mataram.

Salah satu cara untuk membasmi DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk. Emirald menegaskan, masyarakat diminta tidak terlalu berharap dengan pengasapan (fogging), karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara, jentik-jentik nyamuk paling penting dimusnahkan melalui PSN.

Pihaknya akan mendorong pemangku kebijakan di wilayah mulai dari lingkungan, kelurahan, dan kecamatan untuk meningkatkan PSN. “PSN ini paling penting untuk membunuh jentik nyamuk,” ujarnya. (cem)