Jemaah Calon Haji Mataram akan Diberangkatkan 11 Mei

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Agama telah menetapkan kelompok terbang masing-masing provinsi untuk pemberangkatan ibadah haji tahun 2024. Jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram, masuk kelompok terbang pertama dan diberangkatkan pada Sabtu, 11 Mei 2024 dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah.

Rapat persiapan pemberangkatan JCH Kota Mataram pada, Senin, 22 April 2024 dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram,H. Lalu Martawang. Rapat juga dihadiri Kepala Kemenag Kota Mataram, H. Jaelani, dan Pengurus IPHI Kota Mataram.

Martawang menyampaikan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kantor Kementerian Agama bahwa calon jemaah haji Kota Mataram masuk kelompok terbang (kloter) pertama. Artinya, tujuan penerbangan kloter pertama dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Pangeran Mohammad Abdul Aziz di Kota Madinah. “Insya Allah, calon jemaah haji Kota Mataram direncanakan akan diberangkatkan sesuai info Kemenag pada gelombang satu dan kloter satu. Artinya tujuan penerbangan dari BIL ke Madinah pada tanggal 11 Mei 2024,” terang Martawang.

Persiapan pemberangkatan JCH telah dibahas bersama pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mataram. Skenario pelayanan jemaah mulai dari manasik disertai dengan praktik dan fasilitas yang akan diberikan kepada jemaah.

Martawang menambahkan, pemberangkatan jemaah dikonsolidasikan semua seluruh persiapannya dengan Kemenag Kota Mataram dan Kemenag Provinsi NTB, untuk memastikan semua proses dan tahapan dapat direncanakan semaksimal mungkin untuk pelayanan kepada tamu-tamu Allah SWT yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini.

“Prinsipnya Pemerintah Kota Mataram ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk tamu Allah SWT yang berasal dari Kota Mataram,” jelasnya.

Dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Jaelani menyebutkan, sejumlah 686 calon jemaah haji telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 2024. Mekanisme pelunasan ongkos berangkat haji, jemaah harus menjalankan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan. Setelah dinyatakan layak kemudian melunasi ke bank.

Jaelani mengakui, jemaah yang memiliki kesempatan sembuh sampai berangkat masih terus menunggu. Berdasarkan surat keterangan dari Dinas Kesehatan bahwa hanya satu calon jemaah haji tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, karena alasan kesehatan. Adapun jemaah yang memiliki resiko tinggi masih memungkinkan berangkat.”Cuma satu orang kok yang kemungkinan tidak bisa berangkat,” sebutnya.

Selanjutnya, jemaah dinyatakan layak berangkat mendapatkan bimbingan manasik haji di masing-masing kecamatan. Pelatihan manasik haji tingkat kota telah digelar selama dua kali saat bulan ramadhan. Dari jumlah 686 JCH, juga terdapat calon jemaah haji cadangan mencapai 200 orang lebih. Untuk data yang masuk sebagai kloter tambahan 54 orang. Hal ini dikarenakan jemaah reguler dinyatakan kurang sehat. (cem)