Tak Didukung Maju Pilkada Sumbawa, Budi Suryata Mundur dari PDIP

0

Mataram (Suara NTB) – Lalu Budi Suryata telah mentap memutuskan untuk keluar dari PDIP Perjuangan. Hal itu ditunjukkan melalui surat pengunduran dirinya sebagai Sekretaris DPD PDIP NTB dan juga sekaligus mengundurkan diri sebagai anggota, yang tujukan langsung kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Budi Suryata yang dikonfirmasi Suara NTB terkait hal tersebut membenarkan. Dia menunjukkan surat pengunduran diri yang sudah dikirimnya ke DPP PDIP tertanggal 16 April 2024. Dimana dalam surat tersebut disampaikan alasan pengunduran dirinya karena merasa tidak nyaman dan sejalan dengan Ketua DPD PDIP NTB.

“Ya benar, suratnya sudah tiang kirim langsung ke DPP, tapi untuk penjelasan lebih lanjutnya nanti akan tiang sampaikan pada konferensi pers tanggal 21 April. Tunggu saja nggih,” ucap Budi kepada Suara NTB pada Rabu, 17 April 2024.

Namum yang pasti ditegaskan Budi bahwa keputusannya keluar dari partai yang sudah membesarkan namanya itu telah melalui pemikiran dan pertimbangan yang sangat matang. “Surat pengunduran diri itu saya buat dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Dan saya selalu mendoakan semoga PDI Perjuangan akan terus menjadi partai yang dicintai oleh rakyat,” ungkap Budi.

Ketika ditanya lebih jauh bahwa terkait alasan politik Budi Suryata keluar dari PDIP lantaran kecewa dengan keputusan DPD PDIP NTB yang tak mencalonkan dirinya untuk maju di Pilkada 2024 Kabupaten Sumbawa. Padahal dari sisi jenjang kaderisasi dan kepengurusan, dialah yang paling layak untuk mendapatkan rekomendasi pencalonan di Pilkada Sumbawa.

Budi pun tidak menampik hal tersebut, bahwa dirinya sudah bulat akan maju di Pilkada 2024 kabupaten Sumbawa. “Insya Allah nanti saat jumpa pers tanggal 21 April akan saya sampaikan dan jelaskan secara detail persoalan pengunduran diri ini. Termasuk partai mana saya akan berlabuh, dan niat untuk mengikuti suksesi Pilkada Sumbawa,” tegasnya.

Diketahui dari awal, pasca Pileg 2024 pada Februari lalu, Budi mengetahui kekalahannya sebagai caleg DPR RI dari dapil NTB 1 Pulau Sumbawa. Sehingga untuk melanjutkan karir politiknya, ia berencana untuk maju Pilkada. Hanya saja niatnya itu tak mendapatkan dukungan dari DPD PDIP NTB. Sehingga iapun terpaksa mengundurkan diri dan kemudian akan berlabuh ke partai lain untuk menjadi kendaraan politiknya maju di Pilkada.

Terkait pengunduran diri Budi tersebut, sampai dengan saat ini belum ada tanggapan resmi apapun dari jajaran pengurus DPD PDIP NTB. Terakhir DPD PDIP NTB diketahui telah menggelar rapat yang memutuskan rekomendasi dukungan kepada kader-kader yang akan diusung maju di Pilkada 2024, baik tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota. (ndi)