Penumpang Kapal Lintas Lembar-Padangbai Turun Signifikan

0

Giri Menang (Suara NTB) – Penumpang kapal lintas pendek dari Pelabuhan Lembar-Padangbai (sebaliknya) di masa arus mudik lebaran 2024 dan arus balik mengalami penurunan cukup signifikan, jika dibandingkan pada 2023. Penurunan penumpang di lintas ini setelah adanya penyeberangan langsung dari Lembar ke Jawa.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar Firman Dandy di kantornya, Rabu, 17 April 2024 menerangkan,  pada mudik tahun 2024 ini, dari data yang dicek dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di lintas Lembar-Padangbai terjadi penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun 2023.

Untuk jumlah penumpang per hari H+ 4 (empat hari setelah lebaran) turun 45 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.  Penumpang sepeda motor penurunannya 63 persen, mobil golongan 4 sampai 52 persen dan truk 58 persen. “Sehingga pada lebaran tahun ini ada beberapa hal yang kami lihat, kami pantau. salah satu penyebabnya adalah bertambahnya armada kapal yang masuk dari Pelabuhan Gili Mas menuju Ketapang Banyuwangi,” ujarnya.

Jika dilihat masyarakat di Lombok ini mayoritas merupakan pendatang, dan kebanyakan pendatang dari Banyuwangi, Jember, serta beberapa wilayah di pulau Jawa. Sehingga banyak dari mereka memilih direct langsung menuju ke pelabuhan besar yang ada di Pulau Jawa saat mudik lebaran.

“Kalau kita lihat dari Pelabuhan Lombok, unik sekali,  merupakan Pelabuhan dengan banyak destinasi dari dan ke Jawa. Yaitu pelabuhan di Surabaya, Pelabuhan Jangkar Situbondo, dan Ketapang Banyuwangi,” tambahnya. Lebih lanjut dikemukakan, tiga pelabuhan ini semuanya menuju ke Pelabuhan Lembar, baik Pelabuhan ASDP maupun pelabuhan milik PT Pelindo atau dermaga umum. Sehingga, rute lintas panjang ke Jawa ditambah kapalnya, rute pendek Lembar Padang Bai menjadi berkurang keterisian kapalnya.

“Keterisian kapal menuju Padang Bai atau sebaliknya menjadi berkurang, tapi terjadi kenaikan keterisian kapal di lintasan Gili Mas-Ketapang maupun Lembar-Surabaya,” jelas Firman. Jika dilihat, jumlah kendaraan yang mengisi kapal lintas panjang Gili Mas-Ketapang atau Lembar-Surabaya terjadi peningkatan sekitar 43 persen. Penurunan yang terjadi di Lembar-Padangbai ini beralih naik melalui Pelabuhan Gili Mas maupun Pelabuhan Kedaro yang menuju Surabaya atau Ketapang.

“Jika tahun sebelumnya tidak banyak melalui Gili Mas, sekarang penumpang sudah bergeser dari Gili Mas ke Ketapang, atau Gili Mas-Surabaya, atau Pelabuhan Kedaro Lembar sampai dengan ke Surabaya. Terpecah kesana dari yang selama ini melalui Lembar-Padang Bai atau sebaliknya,” tuturnya.

Firman menambahkan, terdapat beberapa kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Gili Mas Lembar. Yaitu, dua kapal milik PT dharma Lautan Utama,  dan tiga kapal milik ALP. Sementara itu,  dari  pelabuhan umum di Kedaro Lembar-Surabaya, dilayani oleh ada 3 kapal.

Diantaranya kapal milik PT. Dharma Lautan Utama Km Kirana VII dan dua kapal milik  PT LDN. “Direct langsung ke Jawa itu ada delapan kapal, sehingga ukup mengurangi konsentrasi pemudik yang melalui Lembar-Padang Bai,” bebernya.  Kemudian ditambah lagi dari Pelabuhan Lembar-Jangkar dilayani lima kapal. Hal ini juga  yang menurutnya cukup signifikan mengurangi pemudik yang melintas dari Bali. (bul)