Gelar Safari Syawal ke Loteng, Pj Gubernur Bawa Tiga Misi

0

Praya (Suara NTB) – Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H.L. Gita Ariadi, M.Si bersama puluhan pejabat lingkup Pemprov NTB menggelar safari syawal ke Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dengan membawa misi khusus, Rabu, 17 April 2024. Rombongan diterima langsung Bupati Loteng H.L. Pathul Bahri, S.IP.M.AP., dan Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., bersama jajaran pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya bertempat di Kantor Bupati Loteng.

Pada saat bersamaan Pemkab Loteng sendiri tengah menggelar perayaan Lebaran Topat. “Ada tiga misi yang kami bawa. Dan, yang pasti tidak akan tujuan (misi) politiknya,” ujar Pj Gubernur NTB.

Pertama, melalui safari syawal kali ini Pemprov NTB ingin bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan masyarakat dan jajaran Pemkab Loteng, di momen lebaran Idul Fitri. Kemudian pihaknya juga mau membayar hutang janji ke Pemkab Loteng. Karena pada saat safari ramadhan kemarin, belum sempat mengunjungi Loteng secara lengkap.

“Ketiga, misi kita membangun konsolidasi pemerintahan yang baik. Karena suksesnya pembangunan di NTB itu diawali dengan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah kabupaten/kota,” jelasnya.

Pemprov NTB dalam hal ini tentu tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari pemerintah kabupaten/kota. Tidak terkecuali Loteng. Bahwa berbagai kesuksesan yang diraih NTB sejauh ini tidak lepas dari dukungan pemerintah kabupaten/kota.

Ia mencontohkan dalam hal penanganan kasus stunting, NTB tercatat sebagai provinsi dengan penurunan angka stunting paling progresif secara nasional. Dengan penurunan diatas 8 persen. Itu semua karena pemerintah kabupaten/kota bekerja keras dalam menurunkan angka stunting di daerahnya. Sehingga angka stunting provinsi juga menurun signifikan.

“Pola-pola inilah yang kedepan kita harapkan bisa terus diperkuat dalam menjawab persoalan pembangunan di daerah ini. Termasuk dalam upaya penurunan kemiskinan ekstrem hingga inflasi di NTB. Karena terus terang Pemprov NTB tidak bisa sendiri bekerja tanpa dukungan pemerintah kabupaten/kota,” tegasnya.

Untuk itu, Lalu Gita mengingatkan kepada jajarannya supaya lebih intens berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Terutama yang berkaitan dengan program. Setiap program yang turun ke kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh Pemprov NTB harus sepengetahuan kepala daerah setempat. Minimal kepala OPD terkait.

Lebih ideal lagi, program yang dilaksanakan terssebut merupakan program yang memang diusulkan dan direncanakan dari bawah bersama-sama dengan kabupaten/kota. “Inilah pentingnya komunikasi dan konsolidasi program. Jangan sampai ada program siluman. Tiba-tiba turun ke kabupaten/kota tanpa sepengetahuan kepala daerah atau kepala OPD terkait di daerah,” tandas Mamiq Gita.

Di tempat yang sama, Bupati Loteng H.L. Pathul Bahri, S.IP.M.AP., mengapresiasi langkah Pemprov NTB yang mau membangun komunikasi serta konsolidasi yang kuat dengan pemerintah kabupaten/kota. Kedepan, pola-pola komunikasi tersebut bisa terus diperkuat. Sehingga bisa terbangun kesepahaman yang sama antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota. Guna mencapai tujuan pembangunan NTB kedepan. “Pak PJ Gubernur ini sosok pemimpin yang baik. Bisa mengayomi semua kalangan,” puji Pathul. (kir)