Duet Zul-Rohmi Dinilai Paling Siap Tampil di Pilkada NTB 2024

0

Mataram (Suara NTB) – Suhu politik Pilkada serentak NTB 2024 sudah mulai menghangat, sejumlah kandidat yang digadang-gadang akan tampil bertarung sudah mulai bergerak membangun komunikasi politik dan menggalang dukungan baik dengan elit parpol maupun simpul-simpul kekuatan politik masyarakat bawah.

Dari serangkaian dinamika politik pilkada yang sudah bergilir sampai sejauh ini. Dari sekian banyak nama-nama kandidat yang sudah muncul. Duet Dr. Zulkiflimansyah – Dr. Sitti Rohmi Dialilah (Zul-Rohmi) yang sudah paling maju dibandingkan figur-figur lainnya. Hal tersebut diungkapkan pengamat politik UIN Mataram, Dr. Ihsan Hamid pada Rabu, 17 April 2024.

“Saya melihat pasangan Zul-Rohmi ini rasa-rasanya yang paling siap menghadapi pilkada itu adalah mereka. Karena dari sisi komunikasi, konsolidasi, dan psikologis antar pasangan sudah ketemu lama. Chemistry-nya kuat. Sehingga tidak ada masalah secara personal, dan Itu yang sulit dibantah,” kata Ihsan.

Dibandingkan dengan figur-figur yang lain, masih belum ada kejelasan dan kepastian dengan siapa akan berpasangan. Bahkan dari pergerakan komunitas politik yang sudah terjalin, belum ada satupun yang sudah sampai mengerucut akan menjadi pasangan. Berbeda dengan Zul-Rohmi yang sudah memperlihatkan kemajuan cukup signifikan bahwa mereka akan tetap berpasangan.

Begitu juga dari sisi kesiapan kendaraan politik,  ketika figur-figur yang lain masih penuh misteri atau ketidakpastian untuk mendapatkan rekomendasi dukungan dari partai politik. Duet Zul-Rohmi sudah relatif aman untuk modal kendaraan politiknya, yakni PKS dan Perindo. Kedua parpol tersebut telah dengan terang memberikan rekomendasi dukungan kepada keduanya.

“Saya kira parpol sebagai lokomotif yakni PKS dan Perindo masih memberi ruang untuk mereka berpasangan lagi. Hanya saja mereka masih punya PR untuk mencari tambahan dua kursi lagi. Karena kan Perindo dan PKS belum cukup syarat untuk mengusung Paslon. Tapi setidaknya mereka sudah punya 11 kursi modal kuat,” jelasnya.

Alasan kuat berikutnya Zul-Rohmi lebih maju dibandingkan yang lain yakni tingkat elektabilitasnya yang masih cukup tinggi. Fakta politik tersebut  menjadi alasan yang sangat rasional kubu Zul dan Rohmi untuk kembali berduet. “Zul-Rohmi punya eletabilitas yang kuat. Mereka percaya diri karena survei memang bagus. Secara kalkulasi politik dan realistis menang, mereka tentu memilih berpasangan lagi. Di tengah belum ada kepastian dari calon kompetitor. Siapa berpasangan dengan siapa,” jelasnya.

Sehingga duet Zul-Rohmi, kata Ihsan paling realistis dan rasional untuk memilih berpasangan kembali. Pasalnya, jika pun mereka berpisah, jaminan untuk menang juga menurutnya tidak sebesar saat mereka berduet. “Dari sisi logistik dan mesin politik, saya pikir mereka lah yang siap,” ujarnya.

Namun demikian kepastian keberlangsungan duet tersebut akan sangat ditentukan oleh faktor Ketua Umum PB NWDI, TGB HM Zainul Majdi. “Diakui atau tidak, policy maker atau decission maker dari duet ini adalah TGB sendiri. Dia memang bukan penentu rekomendasi partai, tetapi dukungan elektoral dari kultural NWDI dan Lombok secara umum ada di TGB, beliau endorser kuat untuk pasangan ini,” pungkasnya. (ndi)