Desersi, Bripda PGP Dipecat

0

Mataram (Suara NTB) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, memberikan sanksi tegas kepada Brigadir Dua Polisi berinisial PGP berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) usai terbukti melakukan Desersi (meninggalkan tugas tanpa izin). “PTDH merupakan konpensasi terhadap anggota Polisi yang tidak menjalankan tugas dengan baik dan benar karena sengaja meninggalkan tugas tanpa izin,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara usai menggelar Apel PTDH, kemarin.

Anggota yang berdinas di Polresta Mataram tersebut, tidak mengikuti pelaksanaan apel PTDH (in absentia). Meski demikian, hukuman PTDH yang dijatuhkan terhadap yang bersangkutan tidak menjadi gugur. “Hadir atau tidak saat apel tetap kita pecat, karena hukuman PTDH merupakan hasil sidang majelis kode etik Polri,” ujarnya.

Dikatakan Ariefaldi, menjadi Polisi di era modern seperti sekarang ini tentu memiliki hak dan tanggung jawab yang besar. Kepolisian RI juga sangat memperhatikan seluruh hak-hak Polri sehingga apa yang menjadi kewajiban harus ditunaikan. “Ini (PTDH) harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota Polri khususnya Polresta Mataram sehingga diharapkan tidak melakukan hal-hal yang sama,” ucapnya.

Tindakan PTDH yang dilakukan, merupakan sanksi dan resiko yang harus diterima oleh seorang Polisi. Tentu yang tidak mengindahkan kedesiplinan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. “Saya tidak ingin ada terjadi PTDH lagi di Polresta Mataram, maka bagi anggota lainnya jadikan ini suatu pembelajaran,” jelasnya.

Apalagi menjadi abdi negara itu tidak bisa  dijalankan sesuai dengan keinginan sendiri, melainkan ada aturannya. Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, maka apapun yang diperbuat tujuannya untuk masyarakat dan negara. “Jangan berfikir bahwa tugas yang kita jalani ini sebagai beban, tetapi jalankan tugas tersebut sebagai tanggung jawab sebagai Polri,” pungkasnya. (ils)