Pemda KSB Kaji Rencana Beli Saham PT AMNT

0

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengkaji kemunkinan akan membeli saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebagai salah satu alternatif investasi jangka panjang daerah.

Rencana Pemda untuk membeli saham perusahaan yang mengelola blok tambang Batu Hijau itu diungkapkan Bupati KSB, H. W. Musyafirin di sela sambutannya pada kegiatan shalat Idul Fitri 1445 H di halaman Masjid Agung Darussalam KTC, Selasa 10 April lalu.

“Kita akan mengkaji kemungkinan investasi daerah melalui penyertaan modal di Bank NTB Syariah dan pembelian saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara,” kata bupati.

Satu alasan disebutkan bupati kemungkinan untuk membeli saham PT AMNT itu dapat terwujud. Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir kemampuan fiskal daerah kian membaik. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai rencana daerah mengembangkan sejumlah infrastruktur daerah yang bertujuan untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan berbagai investasi yang akan hadir ke KSB ke depannya.

“Rencana infrastruktur kita diantaranya jalur dua penghubung bandara menuju kawasan industri, pelembaran jalan Taliwang – Banjar dan Taliwang – Fajar dan relokasi BLK Poto Tano,” urai bupati.
Pada bagian lain bupati menyampaikan mengenai adanya tugas daerah saat ini terkait rencana keberadaan kawasan industri di kecamatan Maluk.

Menurut orang nomor satu di KSB ini, kawasan industri Maluk sebagai upaya hilirisasi kegiatan pertambangan terintegrasi dengan berbagai induatri turunannya harus disukseskan. Dan untuk itu Pemda KSB telah melalukan berbagai upaya. Salah satunya baru-baru ini pemerintah pusat, Pemprov NTB, PT AMNT dan Pemda KSB telah bersepakat mendorong kawasan industri Maluk KSB tetap masuk dalam agenda RPJMN 2024-2029 mendatang.

“Harapan kami mari kita bersama-sama terus mendukung terwujudnya kawasan industri tersebut karena manfaatnya akan turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja lebih luas lagi,” harap bupati dihadapan ribuan jamaah shalat Idul Fitri yang hadir.

Terkait wacana membeli saham perusahaan operator tambang Batu Hijau sebenarnya bukan hal baru bagi Pemda KSB. Saat blok tambang di kecamatan Sekongkang itu masih dikuasai PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), Pemda KSB bahkan sempat memiliki saham bersama Pemprov NTB dan Kabupaten Sumbawa melalui proses divestasi saham dengan menggandeng PT Multi Capital. Sayang, kepemilikan saham tersebut itu akhirnya dijual seiring dengan PT NNT menjual hak kelola blok tambang Batu Hijau ke PT AMNT.

Dan kini, jika Pemda KSB berniat memiliki saham PT AMNT mekanismenya sudah berbeda. Sebagaimana diketahui saham PT AMNT lewat induk usahanya PT Amman Mineral Internasional (AMMN) tbk resmi dijual ke publik melaui IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhitung 7 Juli 2023 lalu.

Sejak diperdagangkan, saham milik Grup Salim ini terus menguat. Bahkan masuk menjadi salah satu dari empat saham dengan kinerja terbaik di BEI dan nilainya melejit hingga 274,63 persen dari nilai pertama saat IPO pada Juli 2023 lalu. (bug)