Penjual Gelang di Bukit Merese Dapat Berkah dari Libur Lebaran

0

Mataram (Suara NTB) – Selama seminggu libur lebaran, hampir semua spot wisata di kawasan Mandalika ramai dikunjungi wisatawan. Banyaknya wisatawan ini dijadikan momentum oleh warga sekitar untuk berjualan. Dari kebutuhan pangan hingga aksesoris oleh-oleh lokal.

Pedagang aksesoris yang sering dijumpai di kawasan Mandalika seperti pantai Kuta Mandalika, pantai Aan, dan Bukit Merese adalah penjual gelang rajut.

Penjual gelang rajut di kawasan ini biasanya anak-anak usia 10-15 tahun. Mereka menjajakan gelangnya dengan cara mendatangi langsung target pembeli. Salah seorang penjual gelang rajut, Rahman mengaku bahwa dirinya sudah berjualan gelang di kawasan Mandalika sejak dirinya kelas 3 SD, kini, dirinya sudah berada di kelas 6 SD.

Rahman mengaku bahwa biasanya ia berjualan gelang mulai dari sepulang sekolah sampai dengan malam.

Meski aktif berjualan gelang, ia mengaku bahwa sekolahnya tidak terganggu sedikitpun. Harga gelang yang dijual oleh Rahman cukup terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk warga lokal.

Ada perbedaan harga yang sangat kontras antara pembeli lokal dan mancanegara, Rahman menjual gelangnya kepada para turis luar dengan harga yang cukup fantastis yaitu mulai dari Rp100.000.

“Yang beli turis, tamu, banyak yang beli. Biasanya turis dijual Rp100.000, Rp150.000 satu biji, ada juga yang Rp500.000, kalau lokal harganya Rp5000. Kalau turis berani Rp200.000-Rp500.000,” katanya saat ditemui Suara NTB pada Jum’at, 12 April 2024. (era)