Tiga Pelajar Ditangkap Polisi, Diduga Perkosa Dua Siswi

0

Praya (Suara NTB) – Tiga pelaku asal Kecamatan Praya Tengah berinisial MIH (16), MMR (15) serta MY (16) kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Lombok Tengah (Loteng). Setelah ketiganya ditangkap aparat kepolisian karena diduga memperkosa dua pelajar asal Kecamatan Kopang, berinisial BEA dan BG. Kasus rudapaksa terhadap kedua korban yang baru berusia 14 tahun tersebut berlangsung pada Rabu, 10 April 2024 malam kemarin.

Adapun para terduga pelaku ditangkap dirumahnya masing-masing pada Sabtu, 13 April 2024, berdasarkan laporan dari orang tua korban. “Para terduga pelaku sudah kita amankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” terang Kasat Reskrim Polres Loteng Iptu Luk Luk il Maqnun, STrK., SIK, Sabtu, 13 April 2024 siang.

Dalam keterangannya Iptu Luk Luk mengatakan, sebelumnya korban janjian bertemu dengan para terduga pelaku di simpang empat salah satu desa. Selepas Isya’ sekitar pukul 20.00 Wita, korban akhirnya bertemua dengan para pelaku ditempat yang sudah ditentukan. Kelimanya kemudian berangkat ke Praya untuk jalan-jalan.

Puas berkeliling para korban lantas dibawa ke rumah MY di Kecamatan Praya Tengah. Di tengah perjalananya, para korban sempat diancam akan diturunkan di jalanan yang sepi jika tidak mau menuruti kemauan para terduga pelaku. “Jadi korban sempat diancam oleh terduga pelaku akan ditinggalkan di jalanan sepi, apabila tidak mau melakukan hubungan intim dengan para terduga pelaku,” terangnya.

Sesampainya di rumah MY, kedua korban kemudian diperkosa para terduga pelaku. Para korban sendiri berada di rumah MY hingga Kamis pagi. Barulah kemudian diantar oleh para terduga pelaku di lokasi awal tempat mereka bertemu. Sesampainya di rumah barulah para korban mengaku kalau telah disetebuhi oleh para pelaku.

Atas dasar itulah, orang tua korban melapor ke Polres Loteng. “Setelah kita mendapat laporan. Kemudian melakukan pengembangan dan akhirnya menangkap ketiga terduga pelaku,” imbuhnya.

Pihak kepolisian sendiri kini masih terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus tersebut, guna mengungkap motif serta status para korban dengan para tersangka. (kir)