Sambut Hari Kemenangan, Pawai Takbiran di Kota Mataram Berlangsung Semarak

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2024 jatuh pada 10 April 2024. Penetapan ini diputuskan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Masyarakat pun menyambut tibanya hari kemenangan dengan melaksanakan pawai takbiran keliling kota pada Selasa malam 9 April 2024. Di Kota Mataram, pawai takbiran dipusatkan di enam titik atau berlangsung di masing-masing kecamatan.

Pawai takbiran yang digelar secara terpisah di enam kecamatan untuk mengefisiensikan waktu, menjaga keamanan, dan memecah keramaian.

Para kafilah yang ikut serta dalam pawai takbiran di masing-masing kecamatan dilepas secara langsung oleh Forum KomunikasI Pimpinan Daerah (FKPD) pada pukul 20.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara NTB, rute pawai berbeda di setiap kecamatan. Misalnya Kecamatan Sandubaya, rute pawai takbiran menggunakan satu jalur yakni Jalan TGH. Faesal menuju Tugu Mandalika. Sebanyak 28 kafilah ikut serta dalam pawai takbiran tahun ini.

Di Kecamatan Cakranegara, lokasi pawai takbiran 1445 H difokuskan di sepanjang Jalan Pejanggik. Sekretaris Camat Cakranegara, I Wayan Suarditha mengatakan, pawai takbiran start di depan Kantor Lurah Cakranegara Barat dan finis di perempatan Cakranegara, pos polisi. Pawai takbiran tahun ini diikuti oleh 22 kafilah se-Kecamatan Cakranegara.

Sementara di Kecamatan Selaparang, pawai takbiran diikuti sebanyak 35 kafilah dari 9 kelurahan. Mereka mulai pawai dari Gerbang Depan Taman Sangkarenag menuju Islamic Center.

“Rute mulai dari gerbang depan Taman Sangkareang di Jalan Catur Warga menuju perempatan STIE AMM, berbelok ke arah kanan dan bubar di perempatan Islamic Center,” kata Camat Selaparang, Mulya Hidayat kepada wartawan kemarin.

Di Kecamatan Mataram, pelaksanaan pawai takbiran tahun ini diikuti 26 kafilah.
Ketua Panitia Takbiran 1445 H Kecamatan Mataram, Lalu Suyudiningrat mengatakan, rute utama pawai berada di sepanjang Jalan Sriwijaya, Kota Mataram. Para kafilah berkumpul terlebih dahulu di perempatan Sriwijaya, lalu berjalan menuju Kantor Camat Mataram dan dapat langsung membubarkan diri.

Sementara itu di Kecamatan Ampenan, pelaksanaan pawai takbiran 1445 H difokuskan di Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Langko.

Terakhir, pelaksanaan pawai takbiran 1445 H di Kecamatan Sekarbela dimulai dari depan Makam Loang Baloq. Kemudian, melalui Lingkungan Bendega, Lingkungan Batu Dawe dan berakhir di pertigaan Jalan Panjitilar.

Plt. Camat Sekarbela, Cahya Samudra mengatakan, rute ini diambil supaya tidak menimbulkan keramaian massa. Sehingga kafilah yang dari Karang Pule bisa langsung balik begitu sampai di pertigaan.

“Begitu juga yang dari Kekalik dan Tanjung Karang bisa belok kiri, termasuk yang Mapak juga,” katanya.

Pantauan Suara NTB di kecamatan Sekarbela, pelaksanaan pawai takbiran berlangsung semarak. Puluhan kafilah sudah menyiapkan semua perlengkapan sejak sore hari. Ornamen-ornamen unik menghiasi jalanan selama pawai berlangsung.

Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan memberlakukan satu jalur di ruas-ruas tertentu agar jalanan tertib dan pawai bisa berjalan dengan lancar. (ris)