Masyarakat Jadikan Lahan Bisnis Penjualan Tiket Penyeberangan Secara Daring

0

Selong (Suara NTB) – Masyarakat banyak menjadikan penjualan tiket penyeberangan Kayangan-Poto Tano sebagai lahan bisnis. Hal ini terlihat dengan menjamurnya gerai pembelian tiket selama mudik lebaran yang berjejer di sepanjang Jalan masuk Pelabuhan Kayangan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Diketahui, pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kayangan ini telah lama menerapkan sistem pembelian tiket kapal secara daring. Pembelian tiket secara daring ini juga berlaku bagi semua pengguna jasa penyeberangan selama libur lebaran.

Kehadiran gerai-gerai penjualan tiket ini dinilai cukup memudahkan pemudik. Seperti pengakuan Hidayat yang hendak mudik ke rumahnya ke Sumbawa Besar. Ia mengatakan, pembelian tiket di gerai tiket tersebut menguntungkan dikarenakan dirinya tak perlu mengantri lama untuk membayar tiket. Pastinya, pembelian tiket kerap macet setiap mudik lebaran.

Sementara itu, Sri Utami, salah satu pemilik gerai penjualan tiket daring mengatakan penyediaan layanan penjualan tiket ini semata untuk membantu para pemudik. Tempat penjualan tiket ini bukanlah semata mencari keuntungan. “Kita membantu mengurangi penumpukan yang biasanya terjadi di areal pelabuhan,” terangnya.

Utami menuturkan ia mulai berjualan selama beberapa hari terakhir. H-2 lebaran ini diketahui merupakan arus puncak mudik sehingga pembelian tiket juga cukup ramai. Sehari laku terjual puluhan tiket. “Kalau seharian dari bisa 50-90 transaksi pembelian tiket,” ucapnya.

Tiket yang dijual secara daring ini tersedia untuk berbagai kelas. Mulai dari reguler dan express. Harganya Rp 15 ribu sampai dengan Rp 20 ribu.

Para calon pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Kayangan-Poto Tano ini banyak memilih membeli tiket di gerai karena alasan pemesanan layanan daring milik Ferry cukup ribet. “Yang datang ke agen ini karena mengalami kendala teknis selama pemesanan tiket yang dilakukan di laman resmi trip.ferizy.com.

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry di Kayangan, Heru Wahyono saat dikonfirmasi Senin, 8 April 2024  mengakui banyaknya gerai-gerai penjualan tiket tersebut bermunculan. Ia mengatakan secara aturan gerai penjualan tiketing tersebut dibolehkan. Hanya saja lokasinya minimal 2,6 kilometer dari pelabuhan.

Tidak seperti terpantau, lokasi penjualan tiket ini kurang dari 1 km dari lokasi pelabuhan kayangan. Jumlahnya bahkan terlihat puluhan yang berjejer di sepanjang jalan menuju pelabuhan.

Kata Heru, para penjual tiket daring merupakan agen-agen perbankan. Menurutnya, pihak perbankan mestinya melakukan pembinaan. Mengatur tempat pelayanan pembelian di tempat yang aman. Pasalnya, lokasi penjualan di sepanjang jalan menuju pelabuhan ini merupakan jalur keluar masuk kendaraan bisa mengganggu hingga memicu gangguan keselamatan bagi pengguna jalan.

Sebenarnya, para pengguna jasa penyeberangan ini bisa membeli langsung tiket secara daring melalui website trip.ferizy.com. Tidak perlu ngantri dan langsung dapat tiket. Proses pembelian pun cepat, mudah dan aman. (rus)