Periode Januari-Maret, 168 Warga Mataram Bekerja ke Luar Negeri

0

Mataram (Suara NTB) – Animo masyarakat untuk bekerja ke luar negeri sangat tinggi. Selama periode Januari hingga Maret 2024, tercatat 168 warga Kota Mataram mengadu nasib ke luar negeri. Malaysia masih menjadi primadona.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryawan menerangkan, minat masyarakat untuk bekerja menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) relatif tinggi. Selama periode Januari hingga Maret 2024, telah diproses 168 warga bekerja dengan berbagai tujuan. Malaysia masih menjadi pilihan atau primadona karena tidak butuh skill. “Sampai 21 Maret 2024 yang sudah diproses 168 orang,” sebut Rudi.

Ia merincikan negara tujuannya yakni, Brunei Darusalam sejumlah 7 orang, Hongkong 6 orang, Hungary 1 orang, Malaysia sebanyak 115 orang, Polandia 1 orang, Saudi Arabia 4 orang, Singapura 16 orang, Taiwan 15 orang, Turki 1 orang, dan Uni Emirad Arab 2 orang.

Di satu sisi, jumlah pekerja migran Indonesia bermasalah dan dideportasi menurun dibandingkan tahun 2023. Pihaknya tidak pernah menerima laporan atau limpahan dari BP2MI bahwa adanya PMI bermasalah di luar. Termasuk CPMI yang berangkat secara non prosedural. “Sekarang malah tidak ada kita terima laporan PMI yang dideportasi. Kalau tahun lalu, setiap bulan ada saja satu atau dua orang yang dipulangkan,” jelasnya.

Adapun PMI yang bermasalah baik disiksa majikan atau tidak diberi gaji terang mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, belum ada laporan diterima. Diakui, baru-baru ini, viral di media sosial PMI asal Kabupaten Dompu curhat di media sosial karena disiksa oleh majikannya.

Rudi memastikan apabila terdapat PMI asal Kota Mataram yang bermasalah akan tetap dibantu advokasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir karena pemerintah pasti bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa PMI yang bekerja di luar negeri. “Sekarang ini belum ada kita terima laporan,” jelasnya.

Ia mendorong masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri tetap menempuh jalur resmi, sehingga memiliki kepastian tempat bekerja, gaji, asuransi, dan lain sebagainya. (cem)