Kasus Demam Berdarah di Mataram Mencapai 223

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat angka pasien demam berdarah dengue (DBD) sepanjang bulan Januari hingga Maret 2024 mencapai 223 kasus. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) perlu dimasifkan agar menghindari penyebaran penyakit menular tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menerangkan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan signifikan pada triwulan pertama di tahun 2024. Sepanjang bulan Januari hingga Maret 2024, tercatat 223 pasien demam berdarah dengue yang menjalani perawatan di puskesmas maupun di rumah sakit. “Iya, memang cendrung ada peningkatan kasus DBD tahun ini,” kata Emirald.

Meningkatnya kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegepty dipicu hujan yang tidak menentu. Selain itu, penularan bisa disebabkan akibat pergerakan atau mobilitas manusia. Ia mencontohkan, warga yang beraktifitas di kabupaten/kota lain kemudian digigit nyamuk aedes aegepty maka bisa menularkan penyakit ke Kota Mataram. “Penularan penyakit menular ini juga dipengaruhi oleh mobilitas manusia,” jelasnya.

Salah satu cara untuk membasmi DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk. Emirald menegaskan, masyarakat diminta tidak terlalu berharap dengan pengasapan (fogging), karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara, jentik-jentik nyamuk paling penting dimusnahkan melalui PSN.

Pihaknya akan mendorong pemangku kebijakan di wilayah mulai dari lingkungan, kelurahan, dan kecamatan untuk meningkatkan PSN. “PSN ini paling penting untuk membunuh jentik nyamuk,” ujarnya.

Perihal apakah ada pasien meninggal dunia akibat positif DBD? Ia mengaku belum menerima laporan dari puskesmas maupun rumah sakit, tetapi akan dicek kembali jumlah pasien positif DBD, suspect, maupun yang meninggal dunia. “Sampai saat ini, saya belum menerima laporan dan nanti saya cek dulu,” demikian kata dia. (cem)