Dari Kuala Lumpur, NTB Mall akan Direlokasi ke Johor

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Provinsi NTB berencana akan merelokasi NTB Mall di Malaysia, dari Kuala Lumpur, ke Johor. Johor adalah salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Malaysia setelah Kuala Lumpur.

Rencana pemindahan lokasi jualan NTB Mall ini karena melihat pencapaian secara bisnis cabang NTB Mall yang sekarang ditempati di Strand Mall Malaysia di Kuala Lumpur. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti saat penyampaian kinerja triwulan I Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Rabu, 3 April 2024 mengemukakan,  setelah satu tahun dibuka di Kuala Lumpur, berdasarkan hasil evaluasi, jumlah pengunjung (pembeli) yang belum sesuai harapan.

“Kondisi yang sekarang menurut kami belum terlalu banyak pengunjung. Kami sedang koordinasi untuk merubah lokasi. Tawarannya kemungkinan ke Johor,” katanya. Alasan memilih Johor, karena secara market potensinya lebih besar dibanding di Strand Mall Kuala Lumpur.

“Koordinasi dengan pelaku usaha untuk relokasi ke Johor ini sudah dilakukan,” imbuhnya. NTB Mall di Malaysia akan tetap dipertahankan. Apalagi dengan rencana pindah ke lokasi baru. Malaysia memiliki potensi pasar cukup besar. terutama untuk produk-produk fashion seperti tenun. Sebagai rumpun Melayu yang masih kuat penggunaan fashion muslimnya, diyakini di Johor Baru nanti, NTB Mall Cabang Malaysia ini akan jauh lebih eksis. Mengingat. Johor adalah salah satu destinasi wisata favorit di Malaysia.

“Sebetulnya soal jualan itu be to be (pembeli dengan pemilik produk), kita membantu promosikan. Makanya di Malaysia ini akan tetap kita pertahankan. Karena potensi penduduknya cukup besar untuk kita mempromosikan produk-produk NTB yang mirip-mirip seleranya dengan kita,” imbuhnya.

Sebagai tambahan informasi, NTB Mall di Malaysia saat ini mengakomodir sebanyak 70 pelaku UMKM. Secara umum, pertumbuhan NTB Mall pada triwulan I 2024 ini sebagaimana dicatat. Tahun 2023 jumlah UKM NTB Mall secara online sebanyak 4.200 UKM, tahun 2024 menjadi 4.617 UKM. Untuk offline, tahuun 2023 sebanyak 218 UKM, tahun 2024 naik menjadi 241 UKM.

Sementara sebaran omzet UKM pada Januari 2024 kepada 214 UKM, Februari 219 UKM, dan Maret omzet tersebar ke 224 UKM. (bul)