Sekolah Kembangkan Sisi Non-Akademik Siswa

0

Mataram (Suara NTB) – Selain mengembangkan sisi akademik siswa, sekolah juga mengembangkan sisi non-akademik siswa. Sekolah terus berupaya menggali potensi non-akademik siswa, karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda.

Hal itu disampaikan Kepala SMPN 1 Mataram, Saptadi Akbar ditemui di Mataram belum lama ini. Menurutnya, sejauh ini SMPN 1 Mataram masih mempertahankan apa yang sudah diraih saat ini. Pihaknya terus berupaya membekali anak-anak, terlebih dengan persaingan yang semakin berat.

“Apalagi sekarang ada Asesmen Bakat dan Minat (ABM), kita ikut sertakan anak untuk menggali anak bakat dan minat, selain bidang akademik. Kami kembangkan nonakademik juga, selain kemampuan akademik, karena kami yakin setiap anak memiliki potensi masing-masing,” ujar Saptadi Akbar.

Pihaknya meminta sebanyak mungkin anak ikut ABM yang dilaksanakan pada 19 sampai 23 Februari 2024 lalu untuk melihat potensi nonakademik siswa.

Pelayanan ABM di sekolah bertujuan untuk memberikan informasi ke sekolah mengenai potensi siswa pada bidang-bidang khusus berdasarkan aspek yang diukur dan kesesuaian dengan minatnya. ABM juga bermanfaat untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi yang baru.

Asesmen Bakat dan Minat merupakan tes yang mengukur kemampuan atau potensi umum seseorang pada bidang-bidang khusus dan minat seseorang berdasarkan ketertarikannya pada suatu jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. Asesmen ini bertujuan untuk memprediksi kemampuan seseorang dalam menguasai hal baru pada pekerjaan ataupun program pendidikan selanjutnya.

Aspek yang diukur dalam asesmen ini, antara lain; verbal, kuantitatif, penalaran, figural, mekanikal, penggunaan bahasa, klerikal (bersangkutan dengan golongan rohaniawan), serta dilengkapi dengan asesmen minat.

Berbeda dari tes prestasi yang mengukur pengetahuan akademik, ABM disusun tidak berdasar silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya nalar. (ron)