Penumpang BIZAM Diprediksi Naik 11 Persen, Puncak Arus Mudik di NTB Diperkirakan H-4 dan H-3 Lebaran

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan NTB memperkirakan awal arus mudik di wilayah ini dimulai pada 5 April dan puncaknya terjadi pada H-4 dan H-3 atau 6-7 April 2024. Awal arus mudik diprediksi sesuai dengan mulainya masa cuti bersama dan libur anak sekolah.

Jadi untuk arus mudik kita prediksi mulai tanggal 5 dan puncaknya itu pada tanggal 6 dan 7 April atau H-4 dan H-3 menjelang Lebaran,” ujar Kepala Dinas Perhubungan NTB, H.Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si di Mataram, Rabu, 3 April 2024.

Sedangkan untuk puncak arus balik di NTB, menurut Faozal, diprediksi pada 14 dan 15 April 2024 atau bersamaan usai libur cuti bersama. Nanti mulai tanggal 4 kita mulai aktifkan Posko Mudik baik di terminal, bandara, dan pelabuhan, ujarnya.

Faozal mengatakan dari sisi kesiapan transportasi mudik Lebaran tahun ini sudah semuanya siap, baik angkutan darat, udara dan laut. Misalnya, untuk transportasi darat, jumlah yang disiapkan angkutan AKDP di NTB sebanyak 225 unit.

Angkutan AKDP ini akan melayani transportasi mudik di 10 kabupaten dan kota baik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Untuk rump check kendaraan sudah dilakukan dari tanggal 1 sampai 3 April dan kondisi laik jalan, jelasnya.

Sedangkan untuk transportasi laut untuk melayani penyeberangan Pelabuhan Lembar – Pelabuhan Padangbai sebanyak 26 kapal.

Delapan kapal melayani rute penyeberangan Lembar – Pelabuhan Jangkar Situbondo, empat unit kapal melayani rute penyeberangan Lembar – Surabaya. Tiga unit kapal melayani rute penyeberangan Gilimas – Tanjung Wangi.

“Sementara di Pelabuhan Kayangan terdapat 27 kapal yang melayani rute penyeberangan Pelabuhan Kayangan – Pelabuhan Pototano,” katanya.
Sementara itu, jumlah pemudik melalui Terminal Mandalika, Kota Mataram pada Lebaran 1445 Hijriah diprediksi naik tujuh persen.

“Kalau jumlah penumpang kita perkirakan naiknya itu antara 5 persen sampai 7 persen. Itu yang berangkat melalui Terminal Mandalika, belum yang melalui pool perusahaan otobus (PO),” Kepala Terminal Mandalika, Marthen Tanone, menambahkan.

Ia mengatakan kenaikan jumlah pemudik melalui Terminal Mandalika ini diperkirakan sama seperti pada Lebaran tahun 2023 lalu. Di mana jumlah kedatangan penumpang mencapai 14.000 orang dan berangkat mencapai 13.536 orang. “Jadi kita perkirakan jumlah penumpang itu tidak akan jauh berbeda dari Lebaran tahun lalu,” ujarnya.

Marthen menyebutkan untuk jumlah PO yang melayani penumpang di Terminal Mandalika sebanyak 125 bus. Terbanyak, adalah bus AKDP baru AKAP. Namun, kalau pun terjadi kekurangan, masing-masing PO sudah menyiapkan bus cadangan.

“Untuk penambahan armada belum tahu jumlahnya berapa. Karena terkait dari kesiapan masing-masing PO. Tapi kita juga di backup sama Damri,” kata Marthen.

Di BIZAM Diprediksi Meningkat 11 Persen
Sementara, General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Lombok, Minggus Eko Tri Gandeguai, memprediksi adanya kenaikan jumlah pemudik di musim mudik Lebaran tahun 2024 sebesar 11 persen.

“Kita prediksi arus mudik baru akan terjadi di BIZAM Sabtu, 6 April 2024, kita juga mulai menyiapkan pola pengamanan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya kepada wartawan, Rabu, 3 April 2024.

Kenaikan jumlah penumpang yang diprediksi 11 persen itu terjadi, karena libur di musim mudik Lebaran tahun 2024 cukup panjang. Sehingga banyak alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mudik selain menggunakan pesawat.

“Libur mudik tahun ini cukup panjang, sehingga kita prediksi kenaikannya hanya 11 persen,” tambahnya.
Meski kenaikan tidak signifikan, tetapi pihaknya tetap menyiapkan pos pengamanan mudik Lebaran termasuk sarana pendukung. Sementara untuk personel, pihaknya mengaku bersyukur karena dibantu personel Polda NTB khususnya terkait keberadaan dokter kesehatan (Dokes) di bandara.

“Kami dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara (KKP) sangat bersyukur karena adanya Dokes di sini (bandara). Ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami di sini dan kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Disinggung terkait apakah sudah ada maskapai yang mengajukan penambahan penerbangan (extra flight), dia menyebutkan sejauh ini sudah ada penambahan empat flight. Yakni untuk rute BIZAM-Bima menggunakan maskapai Wings Air, Citylink untuk rute BIZAM- Jakarta dan Denpasar, dan Super Air Jet (SAJ) dengan rute BIZAM-Jakarta.

Kalau prediksi kami, rata-rata akan terjadi peningkatan sekitar 11 persen untuk yang lewat Bandara BIZAM,” ucapnya, seraya menyebutkan, untuk memudahkan pelayanan selama musim mudik, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 22 konter chek in. Selain itu, ada tiga X Ray yang siap dioperasikan untuk mempercepat penumpang untuk masuk ke area bandara.

“Kita sudah siapkan semua sarana penunjang jelang musim mudik tahun 2024 untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, jelasnya.

Jelang Mudik Disidak
Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Raden Umar Faroq, bersama pejabat utama (PJU) melakukan pengecekan ke Pelabuhan Lembar, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dan Terminal Mandalika untuk memastikan kondisi siap digunakan jelang mudik lebaran.

“Jadi, tujuan pengecekan kita lakukan untuk memastikan kesiapan armada sarana prasarana yang dimiliki dalam keadaan siap digunakan. Sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ucapnya.

Pengecekan jaket pengaman juga menjadi atensi saat pemeriksaan sehingga keselamatan bagi para pengguna moda transportasi laut bisa terjamin. Berdasarkan hasil pengecekan itu, semua fasilitas pendukung sudah dalam kondisi siap pakai dan tidak ada yang rusak.

“Hasil pengecekan kita semuanya dalam kondisi siap digunakan dan mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” sebutnya.

Khusus untuk pengamanan di Bandara Bizam, pihaknya akan menempatkan personil khusus untuk menekan terjadinya yang tidak diinginkan. Selain fasilitas pengamanan, fasilitas pelayanan kesehatan juga diberikan perhatian serius untuk disikspi karena sangat berkaitan dengan keselamatan.

“Keselamatan masyarakat merupakan hal yang utama selama musim mudik lebaran, sehingga sekecil apapun yang terjadi di lapangan bisa diminimalisir,” tukasnya. (ils/ant)