Jadi Tradisi dan Budaya, Pemkot akan Gelar Lebaran Topat

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram akan menggelar lebaran topat pada H+ lebaran Idul Fitri. Tradisi lebaran topat digelar setelah menjalankan puasa Sunnah di bulan Syawal. Kegiatan ini menjadi tradisi sekaligus agenda budaya masyarakat di Pulau Lombok.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 2 April 2024 menjelaskan, perayaan lebaran topat disepakati bahwa leading sektornya berada di Dinas Pariwisata Kota Mataram. Organisasi perangkat daerah (OPD) teknis ini, memiliki tanggungjawab untuk mengatur dan mengelola serta menskenariokan kegiatan tersebut, untuk menjadi bagian dari tradisi religiusitas dan budaya yang memberikan nilai tambah.

Kegiatan tahunan ini akan menjadi bagian atraksi wisata yang menambah khazana pengembangan pariwisata di Kota Mataram. “Pertama, perlu saya sampaikan bahwa penanggungjawab perayaan lebaran topat ini leading sektornya berada di Dinas Pariwisata Kota Mataram. Jadi semua tata kelola dan lain sebagainya diatur disana,” jelas Martawang.

Berdasarkan hasil rapat lanjutnya, tema lebaran topat tahun 2024 adalah Hikayat Topat Mentaram. Tema ini memiliki arti adanya harapan untuk bisa menampilkan rasa memiliki dan nuansa berbeda. Martawang menggambarkan, setiap lebaran topat terlebih dahulu diawali dengan ziarah makam, ngurisan (mencukur rambut bayi) dan puncak acaranya hikayat topat mentaram. Kegiatan ini diharapkan memberikan nilai tambah sebagai salah satu event budaya di Kota Mataram. “Nilai tambah memiliki kajian komprehensif melibatkan budayawan, tokoh seni dan tokoh agama yang nantinya mendiskusikan proses pelaksanaan lebaran topat tersebut,” terangnya.

Pelaksanaan lebaran topat di Kota Mataram difokuskan di dua lokasi. Yakni, Taman Wisata Hiburan Rakyat Loang Baloq yang terletak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela. Dan, Makam Bintaro di Kelurahan Bintaro Jaya, Kecamatan Ampenan.

Martawang menambahkan, skenario pengamanan pelaksanaan lebaran topat telah dibahas bersama Polresta Mataram. Pengamanan dilakukan secara terpadu melibatkan TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Kota Mataram.

Saat lebaran topat, pengunjung biasanya merayakan dengan mandi di pinggir pantai. Aparat gabungan dari TNI Angkatan Laut, Basarnas, dan BPBD Kota Mataram akan melaksanakan operasi laut. “Pengamanan juga dilakukan di darat dengan pengaturan arus kendaraan supaya tidak terjadi kemacetan yang berpotensi mengganggu kenyamanan pelaksanaan lebaran topat,” demikian kata dia. (cem)