Disdag NTB Pastikan Tak Ada Daging Beku Dijual di Pasar Tradisional

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB memastikan tidak ada daging beku yang dijual di pasar tradisional. Sebab biasanya daging beku jika dijual di pasar tradisional akan dicampur dengan daging segar dengan cara dilelehkan terlebih dahulu. Tentu cara ini menyalahi SOP dan tak higienis, sehingga berisiko terhadap konsumen.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, pemerintah daerah memberikan izin masuknya daging beku dalam jumlah terbatas untuk memenuhi permintaan konsumen tertentu. Biasanya daging beku dijual ke hotel, restoran, catering dan sejenisnya.

Nelly menekankan proses penjualan daging beku tidak menyalahi ketentuan. Jangan sampai daging beku dijual terbuka di meja seperti di pasar-pasar tradisional.

Tidak ada (kita temukan-red), mudah-mudahan tak ada di pasar tradisional. Makanya nanti kami juga berharap ada pengawasan secara bersama-sama, kata Baiq Nelly Yuniarti kepada Suara NTB, Rabu, 3 April 2024.

Ia mengatakan, sebagai bagian dari pengawasan yang dilakukannya, tim Disdag NTB sudah melakukan inspeksi kepada para distributor. Hasilnya yaitu penjualan daging beku di NTB masih sesuai dengan SOP yang ada.

Kami berharap akan terus berlanjut seperti itu. Karena itu saya mengatakan mohon disampaikan ke konsumen kalua menemukan daging yang kira-kira tidak sesuai kesegarannya, bisa dilaporkan, nanti kita cek. Takutnya kami daging beku dibikin tidak beku dan harganya naik, ujarnya.

Kepala Disnakkeswan Provinsi NTB Muhamad Riadi mengatakan, daging beku yang masuk ke NTB memang dibatasi oleh Pemda dengan jumlah sekitar 10 ton per sekali pengiriman untuk stabilisasi harga daging dalam daerah. Saat ini harga daging beku sekitar Rp80 ribu per kg, sementara daging segar antara Rp125 ribu Rp130 ribu per kg.

Terkait dengan stok daging di NTB, Riadi menyebut Provinsi NTB memiliki stok sapi yang melimpah dengan populasi sapi sebanyak 1,2 juta ekor di 2023. Bahkan puluhan ribu sapi asal NTB secara rutin dikirim ke luar daerah untuk memenuhi permintaan konsumen.

Menurut Riadi, yang dilakukan antisipasi saat ini adalah persiapan suplai hewan kurban menuju wilayah Jabodetabek. Pihaknya telah bersurat kepada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian untuk penyiapan kapal pengangkut ternak.

Mudah-mudahan bisa segara direalisasikan, kemudian berapa kuotanya baru kita bisa tindaklanjuti bicara dengan kawan-kawan Dinas Perhubungan, bicara dengan teman-teman asosiasi, ujarnya.(ris)