Bandara dan Pelabuhan Jadi Atensi 

0

KEPOLISIAN Daerah (Polda) NTB, memberlakukan pengamanan ekstra di bandara dan pelabuhan jelang puncak arus mudik Lebaran tahun 2024 yang diprediksi mengalami peningkatan sebesar 53 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pengamanan di bandara dan pelabuhan laut akan menjadi atensi kami di musim mudik Lebaran tahun 2023, terlebih ada peningkatan jumlah pemudik di tahun ini,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Drs Raden Umar Faroq, kepada wartawan, Rabu, 3 April 2024.

Kapolda mengatakan, dalam pengamanan tersebut, pihaknya akan melibatkan 2. 200 personel gabungan. Selain itu ada juga 35 pos yang disiapkan, 19 pos pengamanan, 11 pos pelayanan dan sisanya merupakan pos terpadu untuk mengamankan arus mudik dan balik.

“Gelar pasukan sudah kita laksanakan bersama dengan stakeholder lainnya seperti TNI, Basarnas, dan Pemerintah dan kita sudah siap Ke lakukan pengamanan,” ucapnya.

Sementara terkait lokasi pengamanan lainnya akan dilakukan mengikuti alur sesuai kondisi yang ada. Bahkan patroli dan razia rutin guna menghindari hal yang tidak diinginkan juga terus dilakukan salah satunya rumah yang ditinggalkan pemiliknya mudik.

“Kami sudah instruksikan kepada semua anggota untuk tetap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran,” tambahnya.

Selain dari segi pengamanan, pihaknya juga akan melakukan tes kesehatan kepada sopir bus, pilot, kapten dan pemilik kendaraan pribadi. Hal tersebut dilakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan saat melakukan mudik.

“Kita sudah siapkan fasilitas untuk layanan kesehatan. Hal itu kita lakukan untuk meminimalisir kecelakaan selama pelayanan mudik lebaran,” ucapnya.

Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada. Bahkan untuk mengantisipasi kejahatan, pihaknya juga tetap melakukan kegiatan rutin patroli di tempat-tempat yang akan ditinggalkan oleh pemudik.

“Kita mengoptimalkan pergerakan patroli dengan pakaian berseragam, kita juga aktifkan babinkamtibmas dan babinsa yang ada di tiap daerah, ada Satpol PP, ada BKD setiap desa untuk menekan terjadinya gangguan Kamtibmas,” tandasnya. (ils)