PMI Nurul Hudah Dipulangkan ke Indonesia Atas Biaya Pemerintah

0

Dompu (Suara NTB) – Nurul Hudah binti Azis (36), Pekerja Migra Indonesia (PMI) asal Kandai Satu Kabupaten Dompu yang diduga disiksa majikannya di Kesultanan Oman akan dipulangkan ke Indonesia. Pemulangan Nurul sepenuhnya ditanggung negara hingga sampai kampung halamannya di Kabupaten Dompu.

Nurul akan bertolak dari bandara Salalah Oman pada Senin, 1 April 2024 waktu setempat dan tiba di bandara Soekarno Hatta Indonesia pada Selasa, 2 April 2024 menggunakan maskapai penerbangan Oman. Setibanya di Jakarta, Nurul akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dikembalikan ke kampung halamannya.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu, Miftahul Su’adah, ST kepada Suara NTB, Senin, 1 April 2024 mengungkapkan, saat ini Nurul Hudah sudah di bawah pendampingan KBRI Kesultanan Oman dan diinapkan di hotel sebelum dipulangkan ke Indonesia. Sebelum dibawa pihak KBRI, Nurul juga telah menerima haknya sebagai PMI dari majikannya.

“Alhamdulillah sudah teratasi dan Nurul akan dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah Kabupaten Dompu menyampaikan apresiasinya kepada Kemenlu, KBRI Kesultanan Oman, BP2MI NTB, serta semua pihak yang telah membantu,” kata Miftahul Su’adah.

Miftahul Su’adah juga telah memerintahkan jajarannya untuk mengawal hingga kepulangan Nurul Hudah ke Kabupaten Dompu. Termasuk menyurati BP2MI NTB untuk memfasilitasi kepulangan Nurul Hudah hingga ke Dompu.

Syarif, petugas dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu yang ditemui di kediaman keluarga Nurul Hudah binti Azis memastikan Nurul Hudah akan kembali ke Indonesia dengan biaya ditanggung pemerintah Indonesia. “Jangan sampai ada yang datang mengatasnamakan Dinas Tenaga Kerja dan sebagainya meminta uang atas pengurusan Nurul Hudah. Jangan sampai dikasih dan itu biasa terjadi, seolah – olah menjadi pahlawan,” ingatnya.

Ia pun memastikan kepada keluarga Nurul Hudah, menjadi kewajiban pihaknya untuk memfasilitasi ketika ada PMI yang bermasalah di penempatannya. Syukurnya, Nurul lebih awal viral dan keberangkatannya legas, sehingga mempermudah pengurusannya. Tidak hanya dari Oman ke Jakarta yang difasilitasi pemerintah, tapi juga hingga ke ke Dompu.

“Setibanya di Jakarta besok, tidak langsung dipulangkan ke Lombok untuk diantar ke Dompu. Tapi Nurul akan diistrahatkan dulu di Jakarta dan diperiksa kesehatannya. Apalagi Nurul ini diduga sempat mengalami penganiayaan oleh majikannya,” jelas Syarif.

Nurul Hudah, kelahiran Dompu pada 29 Desember 1988 menjadi PMI sejak 2012. Awalnya ia menjadi PMI ke Malaysia dan kembali tahun 2015. Hanya istrahat sebulan di Dompu, Nurul kembali ke Kesultanan Oman tahun 2015. Selama di Oman, ia sudah 3 kali berganti majikan. Pada majikan ketiganya, ia sudah 3 kali mengalami penganiayaan oleh anak bersama istri majikan. Penganiayaan itu terjadi saat majikan laki – lakinya kerja.

Viral —

Awal Nurul Hudah viral di media sosial karena diminta keluarganya di Kandai Satu Kabupaten Dompu. Nurul menghubungi Ningsih, adik kandungnya pada Sabtu (30/3) sore sekitar pukul 17.30 wita. Saat itu, Nurul disiksa anak dan istri majikannya. Ia menghubungi keluarga sambil menangis.

Nuranida, S.Pd, keluarga Nurul Hudah langsung meminta kepada Nurul untuk memviralkan kasus penganiayaan oleh majikan melalui media sosial. Apa yang dialami disiarkan secara langsung menggunakan bahasa yang dibisa, yaitu bahasa Indonesia, Dompu, dan Bahasa Inggris. Saat siaran langsung, dokumen pasport dan dokumen lainnya juga didokumentasikan agar lebih banyak mengetahuinya. “Kita juga minta nama dan nomor majikan laki – lakinya dan kita langsung adukan,” ungkap Nuranida.

Nuranida mengatakan, kasus penganiayaan terhadap Nurul sudah ketiga kali dilakukan. Dua kali kejadian sebelumnya sempat didamaikan oleh Kepolisian. Karena sudah berulangkali dan dikhawatirkan tidak aman bagi Nurul, sehingga pihak keluarga setuju Nurul pulang ke Dompu.

Nurul Hudah merupakan anak pertama dari pasangan A Azis dan Hindun. Nurul 6 bersaudara dan memiliki seorang anak laki – laki yang sudah berusia 17 tahun. Sebelum puasa, Nurul sempat mengirimkan uang ke orang ibunya. (ula)