MTsN 2 Mataram Isi Bulan Ramadhan dengan Khataman Al-Qur’an

0

Mataram (Suara NTB) – Khataman Al-Qur’an setiap hari menjadi program utama MTsN 2 Mataram dalam rangka mengisi bulan Ramadhan tahun ini. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas. Seluruh civitas MTsN 2 Mataram diwajibkan untuk membaca Al-Qur’an selama 40 menit sesuai maqra’ yang telah ditetapkan untuk pencapaian target khataman yang telah disusun oleh pembina Ubudiyah (Imtaq), H. Tami’in, S.Ag.

Tami’in menyampaikan, kegiatan khataman tersebut berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Program imtaq Ramadhan MTsN 2 Mataram dimulai dengan salat dhuha 4 rakaat dilanjutkan dengan kegiatan khataman Al-Qur’an menggunakan pola khataman 24 kali setiap pagi dari jam 08.00 Wita sampai dengan 08.30 Wita.

“Dengan keterlibatan secara aktif semua dewan guru dan tata usaha, membaca juz yang berbeda-beda di setiap harinya. Termasuk juga semua siswa membaca juz sesuai dengan nomor urut absennya, kecuali nomor urut 31 sampai dengan 40 akan membaca juz 1 sampai dengan juz 10. Hal ini dirancang untuk mencapai 24 kali khatam dalam satu kali pelaksanaan,” ungkap Tami’in selaku pembina Ubudiyah.

Kepala MTsN 2 Mataram, Sumber Hadi, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa selama kegiatan pembelajaran di bulan Ramadhan, kelas-kelas didesain agar dapat digunakan untuk salat dhuha, sehingga disetting duduk lesehan, dimaksudkan untuk memberikan pengalaman duduk dan belajar dalam sebuah halaqah (pengajian) ala lingkungan pondok pesantren. Tidak melulu meja dan kursi dengan jarak, namun memberikan nuansa baru dengan merasakan duduk talaqqi dengan merapatkan shaf untuk jalinan emosional yang kuat antara guru dengan siswa ungkapnya.

Selain itu ia menjelaskan makna penting Ramadhan sebagai pesantren yang menjadi salah satu media dan proses pendidikan untuk meraih predikat dan gelar hamba Allah yang bertaqwa (muttaqun). Konten ibadah puasa Ramadhan memiliki visi dan fungsi strategis dalam proses pembentukan kepribadian orang-orang beriman sesuai fitrahnya yaitu sebagai hamba Allah yang bertaqwa, yang akan selalu bersungguh-sungguh mensucikan jiwanya sebagai manifestasi dari kualitas spiritual yang tinggi untuk menggapai ridha ilahi. Sehingga sampai dengan berakhirnya Ramadhan tergolong menjadi pribadi yang bertaqwa (muttaqun) untuk kembali kepada kesucian.

“Untuk itu kegiatan khataman Al-Qur’an ini penting, karena bulan Ramadhan merupakan syahrul Qur’an. Menjadi salah satu nama bagi bulan ramadhan karena pada bulan inilah Al-Qur’an diterima oleh Rasulullah Muhammad saw. melalui perantaraan Malaikat Jibril yang dikenal dalam sejarah Islam dengan istilah malam Nuzulul Qur’an yang memiliki keistimewaan ibadah di dalamnya 1000 bulan. Untuk itu segala hal yang berkaitan dengan al-Qur’an akan  selalu memiliki keistimewaan. Inilah yang menjadi landasan filosofis kegiatan khataman Al-Qur’an setiap hari pada tahun ini,” urainya.

Ia berharap kegiatan setiap hari hingga akhir Ramadhan mendatang berjalan lancar sesuai harapan bersama. “Sekali lagi yang paling penting dari Khataman Al-Qur’an adalah ikhtiar menjadi insan bertakwa yang selalu mensucikan jiwanya guna menggapai ridha Ilahi untuk kembali fitri setelah dibina dan dilatih dalam pesantren Ramadhan,” tutup Sumber Hadi. (ron)