Kasus Perusda Kapoda Rawi, Jaksa Hitung Kerugian Keuangan Negara

0

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Kejaksaan Negeri Dompu, memastikan sudah meminta tim auditor untuk menghitung kerugian keuangan negara di dugaan korupsi pengelolaan dana penyertaan modal pemerintah ke Perusahaan Daerah (Perusda) Kapoda Rawi tahun 2016-2019. “Sudah mulai kita lakukan permintaan audit, tinggal kita menunggu hasilnya saja sembari terus memperkuat alat bukti melalui pemeriksaan para saksi,” kata Kasi Intelijen Kejari Dompu, Joni Eko Waluyo kepada Suara NTB, Senin, 1 April 2024.

Dia pun mengatakan, sejumlah pihak baik dari pejabat pemerintahan maupun Perusda sudah ada yang diperiksa di tahap penyidikan atas perkara tersebut. Bahkan hingga saat ini tercatat sudah ada puluhan saksi yang sudah diperiksa. “Sudah puluhan saksi yang sudah kita periksa di perkara tersebut dan masih ada beberapa saksi lainnya yang akan kita periksa,” ucapnya.

Perusda Kapoda Rawi diketahui sudah terbentuk sejak tahun 1995. Sedangkan untuk penyertaan modal pemerintah di Perusahaan plat merah tersebut mulai dilakukan sejak tahun 2007-2023 dengan jumlah anggaran bervariasi. “Berdasarkan hasil penyidikan, diketahui Perusda menerima suntikan dana dari Pemerintah sebanyak Rp12 miliar (2007-2023),” ujarnya.

Disinggung terkait potensi kerugian kasus itu termasuk lembaga yang digandeng untuk melakukan audit, Joni enggan memberikan informasi lebih lanjut. Tetapi yang jelas permintaan audit sudah dilakukan tinggal menunggu hasil saja. “Kalau untuk kerugian negara, kita belum bisa sampaikan karena yang berwenang adalah tim auditor,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini mulai diusut Kejaksaan setelah menerima laporan dari masyarakat. Selain itu, pengelolaan penyertaan modal juga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB Tahun 2021 dengan nilai penyertaan modal senilai Rp12 miliar.

Penyertaan modal itu dilakukan selama periode 2007-2023 namun deviden tidak diberikan ke daerah. Perusda Kapoda Rawi terungkap mengelola sejumlah aset yang kini masih beroperasi di antaranya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Manggelewa, wisma Praja Dompu, dan sarang burung walet di Nanga Doro, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. (ils)