Guru Penggerak Lombok Tengah Terima SK Pengawas Sekolah

0

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 28 Guru Penggerak Lombok Tengah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pengawas Sekolah di Aula SMPN 1 Praya pada Sabtu, 30 Maret 2024. Penyerahan SK ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah, H. Lalu Idham Khalid, M.Pd.

Para Guru Penggerak yang menerima SK ini akan bertugas sebagai Pengawas Sekolah pada jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Lombok Tengah. Mereka diharapkan mampu berkontribusi positif dan signifikan bagi kemajuan pendidikan di Lombok Tengah.

Dalam sambutannya, Lalu Idham Khalid menyampaikan bahwa Guru Penggerak merupakan sosok yang diharapkan mampu membawa perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan. Mereka memiliki kompetensi dan karakter yang unggul, sehingga diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi kemajuan pendidikan di Lombok Tengah.

“Penugasan Guru Penggerak sebagai Pengawas Sekolah ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Lombok Tengah. Diharapkan dengan kehadiran Guru Penggerak, dapat membawa perubahan dan inovasi dalam proses pembelajaran, serta mampu meningkatkan mutu pendidikan di Lombok Tengah,” ujar Lalu Idham Khalid.

Penyerahan SK kepada Guru Penggerak ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Diharapkan dengan hadirnya Guru Penggerak sebagai Pengawas Sekolah, dapat membawa perubahan positif dan signifikan bagi kemajuan pendidikan di Lombok Tengah.

Sebelumnya, Kepala BGP NTB, Drs. Suka, M.Pd., belum lama ini menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang sudah mengangkat guru penggerak menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Pihaknya juga akan memberikan penguatan manajerial dan komunikasi efektif kepada guru pengawas yang diangkat tersebut.

“Rencana penguatan manajerial itu sedang dirancang untuk tahun 2024 ini. Mudah-mudahan setelah lebaran bisa terealisasi, sesuai Permendikbudristek No.40 tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah,” jelas Suka.

Suka menyarankan kepada kepala sekolah dan pengawas sekolah dari unsur guru penggerak tetap menggelorakan semangat tergerak, bergerak, dan menggerakkan rekan sejawat di komunitas belajar.

“Semangat guru penggerak itu bisa terus berlanjut dan berkesinambungan saat mereka menjabat kepala sekolah dan pengawas sekolah, dengan tetap menjaga keharmonisan dan budaya sekolah,” saran Suka. Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Harapannya, guru penggerak akan menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan di masa depan yang mewujudkan generasi unggul Indonesia. Untuk itu, guru penggerak diberikan kesempatan mengikuti pendidikan dan pengembangan kompetensi selama sembilan bulan.

Seperti diketahui, Kemendikbudristek mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memprioritaskan guru penggerak menjadi kepala sekolah atau pengawas. Terutama karena guru penggerak dibentuk sebagai pemimpin pembelajar. Ketentuan itu sesuai Peraturan Mendikbudristek (Permendikbudristek) Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Salah satu poin untuk menjadi Kepala/Pengawas Sekolah bisa dari Guru Penggerak. (ron)