Pasar Dasan Agung Masuk Nominasi Pasar Aman Tingkat Nasional 2024

0

PASAR Dasan Agung Kota Mataram yang berlokasi di sebelah utara Islamic Center masuk nominasi Pasar Aman tingkat Nasional pada tahun 2024 ini. Saat ini proses penilaian tengah dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Tahun ini Pasar Dasan Agung Mataram masuk menjadi salah satu nominasi Pasar Aman tingkat Nasional. Saat ini masih dalam proses penilaian tim dari Kementerian (Kementerian Perdagangan),” jelas Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram, Yosef Dwi Irwan Prakasa S, S.Si, Apt.

Menurutnya, tahap awal penilaian di daerah, dilakukan oleh BBPOM, selanjutnya hasil penilaian tersebut dikirim ke pusat untuk verfikasi dokumen. Kemudian dilakukan wawancara kepada kepala pasar dan akan dilakukan verifikasi lapangan oleh tim lintas kementerian ke Pasar Dasan Agung.

”Untuk kriteria penilaian pasar, ada tools penilaiannya tersendiri, baik dokumen, infrastruktur, personel dan lain-lain. Produk yang dijual juga masuk kriteria, misal penyimpanan bahan makanan tidak bercampur dengan non pangan seperti deterjen, racun serangga yang dapat mengkontaminasi pangan,” jelas Yosef.

Definisi Keamanan Pangan sesuai UU Nomor 18 tahun 2012 Tentang Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari cemaran fisik, kimia dan biologi yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Cemaran fisik adalah cemaran yang nampak secara visual seperti rambut, serpihan batu, staples. Sementara cemaran kimia adalah sebagai dampak penambahan bahan berbahaya seperti formalin, Boraks, Rhodamin B atau Metayl Yellow, penggunaan bahan tambahan pangan (pemanis dan pengawet) yang melebihi batas, racun yang secara alamiah terkandung dalam makanan.

Misalnya, singkong (bisa mengandung sianida jika sudah lama), jengkol (mengandung asam jengkolat), ikan buntal (tetrodotoksin mengakibatkan sulit bernafas dan kematian jika tak cepat ditangani).

Cemaran biologi (mikroba / bakteri) sebagai dampak higiene sanitasi tidak diterapkan dengan baik, seperti lingkunagan produksi yang kotor, penjamah pangan yang higienis dan sehat, peralatan yang kotor, dampak yang ditimbulkan seperti diare, tipus, dan lain-lainnya.

Yosef menambahkan, dengan brand pasar aman, dampaknya tentu tumbuhnya kesadaran akan keamanan pangan di tingkat komunitas dan pasar, meningkatkan brand dari pasar Dasan Agung dan efeknya bisa meningkatkan minat masyarakat berbelanja ke pasar terebut.  “Secara otomatis tentu dapat meningkatkan perputaran ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Pasar-pasar lain harapannya bisa tertarik mereplikasi program ini dengan dampak yang diperoleh dengan branding Pasar Aman, utamanya dari sisi ekonomi.

“Biasanya nanti dari tim kementerian lain yang datang juga membawa program-program di kementerian mereka untuk revitalisasi pasar. Karena nanti, tim verifikator selain dari BPOM juga dari Kemenko PMK, Kemendagri, Kemendag, KKP dan lainnya,” terangnya.(bul)