Beras dan Telur Beri Andil Dominan

0

PERKEMBANGAN harga berbagai komoditas pada Maret 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di NTB pada Maret 2024 terjadi inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 3,63 persen. Ini artinya terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,00 pada Maret 2023 menjadi 106,74 pada Maret 2024. Adapun tingkat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,87 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin M.M mengatakan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Di antaranya yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,82 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,20 persen dan sejumlah kelompok pengeluaran lainnya.

Wahyudin mengatakan, komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2024, antara lain beras, telur ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), emas perhiasan, daging ayam ras, cabai merah, tomat, bahan bakar rumah tangga, jeruk, bawang putih, gula pasir, sigaret kretek tangan (SKT), mobil, ikan bandeng, sewa rumah, angkutan udara, cumi-cumi, nasi dengan lauk, bakso siap santap, dan ikan teri.

“Sementara komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi m-to-m pada Maret 2024, antara lain telur ayam ras, cabai rawit, beras, tomat, cumi-cumi, ayam hidup, kacang panjang, ikan bandeng/ikan bolu, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, sawi hijau, bawang putih dan lain-lainnya,” ujar Wahyudin saat menyampaikan rilis di kantornya, Senin, 1 April 2024.

Ia mengatakan, pada Maret 2024, seluruh wilayah IHK di Provinsi NTB yang berjumlah tiga kabupaten/kota mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Sumbawa sebesar 4,06 persen dengan IHK sebesar 107,64 dan terendah terjadi di Kota Bima sebesar 3,10 persen dengan IHK sebesar 105,74. Adapun inflasi y-on-y di Kota Mataram pada Maret kemarin sebesar 3,44 persen.(ris)