PAD KLU Terus Meningkat

0

Tanjung (Suara NTB) – Safari Ramadhan kedua Pemda Lombok Utara dirangkai dengan Malam Nuzul Quran, di Masjid Ashshiratul Mustaqim, Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, kecamatan Pemenang, Rabu, 27 Maret 2024. Pada kesempatan itu, Bupati diwakili oleh Sekda Lombok Utara, Anding Duwi Cahyadi, S.STP., MM., bersama rombongan, menyempatkan diri berbuka puasa dan shalat tarawih bersama masyarakat setempat.

Usai shalat tarawih, Sekda menyapa masyarakat Pemenang Barat. Pemda memberi apresiasi seluruh masyarakat Lombok Utara, bahwa selama penyelenggaraan Pemilu serentak (Pileg dan Pilpres) beberapa waktu lalu, terlaksana dalam keadaan aman dan kondusif. Terlepas dari perbedaan pilihan pada Pemilu lalu, maka momentum Ramadhan ini dinilai tepat untuk memperketat kembali tali silaturahmi antar masyarakat.

“Dinamika politik mungkin membuat suasana sedikit tegang dan panas. Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga,” kata Anding. “Kami atas nama Pemerintah daerah mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Lombok Utara dalam menjalankan proses demokrasi aman tertib tidak ada konflik walaupun berbeda pilihan,” sambungnya.

Sementara dari sisi jalannya pemerintahan di daerah, Sekda menyampaikan Pemda telah berupaya maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya. Pada tahun 2017 silam, PAD KLU berjumlah Rp 150 miliiar. Sedangkan pada tahun 2024 ini, target PAD ditingkatkan menjadi Rp 220 miliiar.

Peningkatan PAD tersebut sangat dibutuhkan oleh daerah untuk mempercepat pembangunan, maupun peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Selain dukungan masyarakat, pembangunan di KLU tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi NTB. Dimana akses jalan yang ada saat ini, dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan, sudah dan sedang dibangun pelebaran jalan.

“Tentunya dengan dilebarkan jalan tersebut menjadikan wajah KLU sedikit berubah, jalan yang dulu sempit kini sudah lebar dan bagus,” katanya. Jalan Nasional di KLU dari Pemenang hingga Bayan yang dibangun tercatat sepanjang 41 KM. Akses ini sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mobilitas ekonomi di Lombok Utara.

Dengan pembangunan yang terus dilakukan diharapkan kedepannya Lombok Utara mampu sejajar dengan daerah lain yang ada di Provinsi NTB. “Lombok Utara sebagai daerah dengan potensi yang luar biasa, dimana sektor pariwisata tiga Gili (Terawangan, Meno, Air) menjadi unggulan, dengan kehadiran para wisatawan yang begitu besar membuat daerah menjadi terkenal,” tandasnya. (ari)