APBD Tak Sanggup Biayai Revitalisasi Pasar

0

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram, kembali diusulkan untuk mendapatkan bantuan anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat. Pembiayaan dari anggaran daerah dinilai tidak mampu memperbaiki pasar tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto menyebutkan, sejumlah pasar tradisional telah diusulkan untuk direvitalisasi di tahun 2024. Dokumen perencanaan dan persyaratan administratif telah diserahkan Kementerian Perdagangan RI, sebagai bahan pertimbangan. Pasar tradisional yang diusulkan yakni, Pasar Kebon Roek, Pasar Cakranegara, dan Pasar Ternak Hewan Selagalas. “Iya, kita masih berharap ada bantuan dari pemerintah pusat,” kata Uun dikonfirmasi kemarin.

Revitalisasi pasar menurut Uun, tidak bisa mengandalkan anggaran pendapatan dan pembangunan daerah (APBD) Kota Mataram. Pasalnya, kebutuhan anggaran revitalisasi pasar dinilai sangat besar sehingga anggaran daerah tidak sanggup untuk membiayai.

Relokasi Pasar Kebon Roek di Kebon Talo diprediksi membutuhkan anggaran Rp125 miliar. Sementara, revitalisasi Pasar Cakranegara yang diusulkan ke pemerintah pusat mencapai Rp30 miliar. “Kalau APBD ndak sanggup membiayai,” kata dia.

Anggaran daerah lanjutnya, juga memiliki skala prioritas untuk diselesaikan sesuai visi-misi kepala daerah. Salah satu solusinya adalah mencari sumber pembiayaan dari pemerintah pusat.

Uun menyebutkan, anggaran daerah yang bisa dimanfaatkan adalah untuk perbaikan pasar dengan pekerja skala kecil. Misalnya, penembokan, perbaikan ruko yang rusak dan lain sebagainya.

Dalam rencana anggaran Disdag tahun ini, pihaknya akan memperbaiki ruko-ruko di Pasar Cakranegara. “Ruko-ruko itu sudah rusak sebagian. Nah, itu yang kita biayai dari APBD,” sebutnya.

Catatan Suara NTB, Pasar Kebon Roek akan dijadikan pasar tematik terdiri dari pasar seni, pasar ikan, pakaian, kuliner dan lain sebagainya. Artinya, setiap pedagang dibuatkan sesuai zonasi atau jenis barang dagangan mereka dan dipastikan pasar ini akan menampung banyak pedagang. (cem)