Penetrasi Transaksi Digital di Provinsi NTB Terus Berlanjut di 2024

0

Mataram (Suara NTB)-Bank Indonesia menyatakan bahwa penetrasi transaksi digital di Provinsi NTB terus berlanjut. Transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) masing-masing tercatat tumbuh sebesar 6,62 persen dan 4,96 persen secara tahunan (yoy). Angka ini lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.

Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap mengatakan, sejalan dengan pertumbuhan penetrasi transaksi digital itu, transaksi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) dan Uang Elektronik (UE) juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Hal ini ditopang oleh jumlah kartu maupun uang elektronik yang juga meningkat.

“Jumlah kartu di NTB 4,89 juta. Angka ini naik 14,7 persen secara tahunan, sementara uang elektronik 0,92 juta atau naik 9,31 persen secara tahunan,” kata Berry Arifsyah Harahap saat memberikan pemaparan kepada wartawan kemarin.

Adapun Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di NTB telah mencatatkan total 445.630 pengguna dengan volume transaksi pada Januari mencapai 939 ribu transaksi. Sementara itu, aliran uang kartal pada bulan Maret 2024 mulai mengalami net outflow sebesar Rp142 miliar. Adapun hal ini sejalan dengan masuknya periode HBKN Ramadhan yang secara historis mendorong aktivitas konsumsi masyarakat.

Berry kembali memberikan penjelasan terkait dengan pemenuhan uang rupiah di momentum Ramadhan dan Idul Fitri ini. Dimana outflow uang tunai pada bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri 1445 H diperkirakan mencapai Rp3,43 triliun, meningkat 5 persen dari tahun 2023.

“Uang pecahan kecil diperkirakan meningkat hingga 20 persen, sedangkan uang pecahan besar di kisaran 4 persen. Untuk menjaga pemenuhan permintaan uang tunai, Bank Indonesia menyiapkan Posisi Kas Siap Edar (PKSE) sebesar Rp3,63 triliun,” terangnya.

Guna menjaga pemenuhan uang tunai di masyarakat, telah disiapkan serangkaian kegiatan layanan kas yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama perbankan, seperti layanan penukaran uang secara serentak oleh 119 jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh wilayah NTB, kemudian layanan kas keliling luar kota yang mengambil rute 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan area layanan yang jauh dari jangkauan perbankan serta layanan penukaran uang bersama oleh Bank Indonesia dan Perbankan yang dipusatkan di Islamic Centre NTB.(ris)