Hiswana Migas : Tak Ditemukan SPBU ”Nakal” di NTB

0

Mataram (Suara NTB) – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) memastikan tak ditemukan adanya SPBU nakal di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hal ini ditegaskan Ketua Hiswana Migas Provinsi NTB, Priatna Riadi, menyusul sejumlah temuan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan terhadap SPBU di luar daerah yang terindikasi melakukan modifikasi dispenser untuk mengurangi takaran BBM saat pengisian ke konsumen.

“Di NTB tidak ada yang seperti itu untuk modif. Dari Pertamina sudah mengecek semua SPBU di NTB.Hari itu ada perintah, langsung dikerjakan,” terang Priatna Riadi, Rabu (27/3/2024).

 Pengecekan SPBU di NTB dilakukan tim dari Pertamina dan Metrologi bersama dengan BPH Migas untuk memastikan tidak ada pengusaha SPBU yang main-main terhadap takaran.

 “Tera dari Pertamina dan Metrologi, kebetulan ada BPH MIGAS waktu itu sedang melakukan pengecekan solar untuk audit. Jadi indikasi (kecurangan,red) sudah tidak ada,” ucapnya.

 Ia menambahkan, secara berkala SPBU di NTB ditera . Selain itu, setiap pagi sebelum melakukan penjualan, petugas masing-masing SPBU juga melakukan pengecekan takaran.

“Setiap pagi dari SPBU melakukan tera sendiri, pakai bejana ukur, itu tetap dilakukan sebelum jualan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa penertiban atau penyegelan SPBU nakal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti juga menyampaikan, sejauh ini belum ada laporan masuk dari kabupaten/kota soal adanya indikasi SPBU-SPBU nakal.

Tera ulang SPBU dilakukan oleh metrologi di masing-masing kabupaten/kota. Jika ada temuan, biasanya disampaikan ke pemerintah provinsi.

“Artinya masih aman-aman dan tidak ada masalah. Kalau misalnya di kabupaten/kota tera ulangnya ada masalah, pasti mencuat dan kita dilaporkan barulah tindakan dilakukan,” jelasnya.(bul)