Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana BOK PMK di Sumbawa Dihentikan

0

Mataram (Suara NTB) – Penyelidik pidana khusus pada Kejaksaan Negeri Sumbawa, menghentikan penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan operasional kesehatan (BOP) vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Dinas Peternakan Kesehatan Hewan (DPKH) tahun 2022-2023.

“Jadi, penyelidikan atas kasus tersebut sudah kita hentikan setelah kita lakukan serangkaian permintaan klarifikasi dan keterangan sejumlah pihak,” kata Kasi Intelejen Kejari Sumbawa, Zanuar Ikhram kepada wartawan, Senin, 26 Maret 2024. Zanuar pun meyakinkan, penghentian penyelidikan terhadap perkara itu dilakukan setelah penyelidik tidak menemukan bukti permulaan. Bukti tersebut berkaitan dengan perbuatan melawan hukum terkait pelaksanaan vaksinasi PMK serta proses pengadaan.

“Belum ditemukan bukti permulaan yang cukup, sehingga kita hentikan,” ucapnya. Meski penyelidikannya dihentikan, tetapi kasus tersebut tetap bisa dibuka kembali jika ditemukan bukti baru. Karena di tahap penyelidikan memiliki batas waktu sehingga harus bisa disimpulkan penanganan lebih lanjut dengan tetap memperhatikan kecukupan alat bukti.

“Tetap bisa kita buka kembali kasus tersebut, jika ditemukan bukti baru tidak kita hentikan begitu saja,” terangnya. Sebelum dihentikan, penyelidik telah meminta klarifikasi dan keterangan terhadap 30 orang lebih saksi. Mereka berasal dari staf yang ada di DPKH Sumbawa, para KUPT Prokeswan, Dokter hewan dan juga petugas vaksinasi.

“Kita hentikan penyelidikannya, karena dari serangkaian permintaan klarifikasi dan mempelajari dokumennya tidak kita temukan indikasi PMH,” tukasnya. Sebagai informasi yang dihimpun Suara NTB, penggunaan anggaran BOP yang dialokasikan Pemerintah Pusat sebesar Rp25.000 untuk satu kali vaksin per dosisnya. Dalam pelaksanaan diduga tidak sesuai dengan juklak dan juknis yang ditentukan Pemerintah Pusat yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Di tahun 2022-2023 diketahui ada lima kali kegiatan vaksinasi PMK dengan jumlah populasi hewan ternak Sapi dan Kerbau di Kabupaten Sumbawa mencapai total 312.729 ekor ternak, baik yang telah mendapatkan cap barcode (Airtag) dan Non Airtag. (ils)